Politik

KAI Diminta Selesaikan Konektivitas Sebelum Membangun Jalur Aceh

Jakarta, Maret.id — Gus Rivqy, Ketua Umum Dewan Kerja Pimpinan (DKP) Panji Bangsa, menyatakan dukungannya terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan konektivitas rel yang terintegrasi di Sumatera. Menurutnya, gagasan ini tidak hanya berpotensi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga dapat menurunkan biaya logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Sumatera.

Pelaksanaan Bertahap Sesuai Kebutuhan

Namun, Gus Rivqy menekankan bahwa implementasi proyek tersebut harus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha. Ia mengingatkan pentingnya untuk tidak mengabaikan persoalan mendasar yang saat ini masih dihadapi oleh sistem transportasi darat di Sumatera. “Kita mendukung penuh visi Presiden untuk menghadirkan konektivitas rel yang terintegrasi dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Tetapi pembangunan tidak boleh hanya fokus pada panjang jalur yang dibangun, melainkan juga memastikan jalur yang sudah ada berfungsi secara optimal, cepat, aman, dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegasnya saat berpidato di Jakarta.

Tantangan dalam Pelayanan Kereta Api

Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu juga menyoroti bahwa sejumlah layanan kereta api di Sumatera masih menghadapi tantangan terkait efisiensi dan kecepatan perjalanan. Dalam banyak kasus, penggunaan jalur kereta, seperti koridor Lampung-Palembang, dinilai belum optimal dan memerlukan peningkatan kapasitas serta kualitas layanan. “Jangan sampai kita berbicara tentang pembangunan ribuan kilometer rel baru, sementara pada jalur-jalur eksisting, kereta masih bergerak relatif lambat dan utilisasinya belum maksimal,” ujarnya.

Perencanaan yang Seimbang

Gus Rivqy mengingatkan bahwa jaringan perkeretaapian di seluruh Sumatera masih didominasi oleh angkutan barang, khususnya yang berkaitan dengan komoditas tambang. “Perencanaan rel lintas Sumatera harus mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan angkutan barang dan pelayanan penumpang,” katanya. Ia berharap jaringan kereta di Sumatera juga dapat berfungsi mendukung mobilitas masyarakat, membuka akses ekonomi daerah, dan bahkan membantu pertumbuhan pariwisata.

Menurut Gus Rivqy, pembangunan jaringan rel lintas Sumatera harus sinergis dengan pembangunan infrastruktur lain, termasuk jalan tol Trans Sumatra. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan jalan tol tersebut belum sepenuhnya optimal dari sisi konektivitas dan utilisasi. “Karena itu, pembangunan rel lintas Sumatera perlu didasarkan pada perencanaan terintegrasi, proyeksi permintaan yang kuat, dan kemampuan finansial yang terukur,” jelasnya.

Gus Rivqy mendorong Kereta Api Indonesia (KAI) bersama pemerintah untuk menyusun peta jalan yang jelas. Dimulai dari optimalisasi jalur yang sudah ada, peningkatan kecepatan perjalanan, hingga pembangunan jalur penghubung yang mendesak secara ekonomi. “Visi besar ini harus diimbangi dengan langkah-langkah yang realistis. Kita ingin rel lintas Sumatera menjadi simbol kemajuan transportasi nasional, tetapi keberhasilannya harus diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha, bukan hanya dari panjang rel yang berhasil dibangun,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button