Manuver Ony Setiawan: DPD PDI Perjuangan Desak Perlindungan Peternak

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendesak pemerintah untuk lebih serius memperhatikan keadaan peternak ayam petelur. Hal ini disebabkan oleh anjloknya harga telur yang terjadi di tengah kondisi tingginya biaya produksi dan pakan.
Harga Telur Anjlok, Peternak Tertekan
Ony Setiawan menyoroti bahwa saat ini peternak ayam petelur menghadapi tekanan berat akibat harga telur yang tidak mampu menutup biaya produksi. Situasi tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat, di mana harga jual telur tidak lagi menguntungkan.
Permasalahan ini menjadi pembahasan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia yang dilaksanakan di Bali. “Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, harga telur justru mengalami penurunan,” ungkap Ony.
Penyebab Penurunan Harga
Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga telur mengalami penurunan adalah over supply atau melimpahnya pasokan di pasar. Produksi telur yang tinggi tidak sebanding dengan konsumsi, sehingga harga terus menurun di tingkat peternak.
Selama beberapa pekan terakhir, harga telur di tingkat peternak dilaporkan berada pada rentang Rp21.000 hingga Rp23.000 per kilogram, sementara biaya pokok produksi peternak rakyat mencapai sekitar Rp23.000 per kilogram. Keadaan ini memaksa sebagian peternak untuk menjual hasil produksinya di bawah biaya produksi.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut, tentu akan sangat berat bagi peternak rakyat,” ujar Ony. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya langkah-langkah lebih serius untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Keterkaitan dengan Bahan Baku Impor
Ony juga menyoroti tingginya ketergantungan sektor peternakan terhadap bahan baku impor, terutama untuk kebutuhan pakan ternak. Menurutnya, fluktuasi harga komoditas global sangat berpengaruh terhadap biaya produksi yang harus ditanggung oleh peternak.
“Sekitar 90 persen kedelai yang kita gunakan masih berasal dari impor. Hal ini berkontribusi pada tingginya biaya pakan meskipun harga telur sedang turun,” jelasnya.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai pemerintah perlu segera memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan memperluas serapan pasar untuk menghindari surplus produksi telur terus menekan harga peternak.
Pentingnya Dukungan Terhadap Peternak Rakyat
Ony percaya bahwa peternak rakyat berperan penting dalam sistem ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan usaha mereka harus menjadi perhatian agar tidak semakin tertekan oleh situasi pasar.
“Peternak adalah salah satu penopang ketahanan pangan kita,” tegasnya. Dia berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan keberlanjutan usaha peternak.
Ia juga menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas sektor peternakan. Dengan cara ini, peternak diharapkan tetap memiliki kepastian usaha dan bisa beradaptasi dalam tantangan ekonomi yang tengah berlangsung.





