Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel untuk Kekuatan Muktamar NU!

Jakarta, Maret.id — Dalam upaya memperkuat dinamika jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, KH Abdussalam Shohib atau yang lebih dikenal dengan Gus Salam, mengadakan pertemuan silaturahmi dengan para pemimpin NU setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Selatan dan mengangkat tema “Menjaga Langit Pesantren, Menata Organisasi serta Menggerakkan Inovasi demi Melayani Umat dengan Arif dan Hikmat”.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam menekankan pentingnya menyerap aspirasi masyarakat khususnya di komunitas Bugis yang masih sangat menjunjung tinggi tradisi agraris dan maritim. Forum ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperbincangkan masalah organisasi tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat tata kelola dan mendorong inovasi pelayanan NU kepada umat.
Dialog Dengan Tokoh NU
Gus Salam menyampaikan penghormatan khusus kepada Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan, AG. DR. KH. Baharuddin, serta Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Al-Rasyid, M.A. Ia menjelaskan, tujuan kedatangannya adalah untuk meningkatkan silaturahmi dengan para kiai di daerah dan mensinergikan berbagai elemen NU.
“Andai kata tidak ada dukungan dan keterbukaan kedua tokoh ini, forum silaturahmi ini tidak akan terwujud,” ungkap Gus Salam, menambahkan bahwa para pemimpin NU di Sulawesi Selatan memegang peranan penting dalam menjaga keutuhan komunitas dan menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas.
Menghadapi Muktamar ke-35
Dalam pertemuan ini juga dibahas persiapan menjelang Muktamar ke-35 NU. Gus Salam menjelaskan, semua calon Ketua Umum PBNU diharapkan dapat fokus pada gagasan dan program yang positif. Ia mengingatkan agar tidak terjebak dalam praktik saling menjatuhkan antar-kandidat.
Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan mengingatkan pentingnya niat yang lurus dan keikhlasan dalam melayani organisasi. Ia juga menggarisbawahi karakter dan keteladanan sebagai fondasi yang harus dijunjung tinggi oleh calon pemimpin NU di masa mendatang.
Mendorong Pemberdayaan Keberdayaan Ekonomi
Gus Salam menyatakan bahwa potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan dapat dimanfaatkan lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong pengembangan pesantren dan struktur jam’iyyah di tingkat MWCNU hingga ranting untuk memperkuat pemberdayaan umat.
Keberadaan 24 PCNU di Sulawesi Selatan dianggapnya sebagai kekuatan strategis. Ia mengusulkan agar PBNU berperan aktif dalam membuka jejaring ekonomi nasional dan memfasilitasi lembaga keuangan syariah yang berbasis pada komunitas nahdliyin.
Silaturahmi yang berlangsung akrab tersebut menunjukkan antusiasme para peserta. Banyak anggota yang memperlihatkan ingin berfoto bersama Gus Salam setelah acara selesai. Seorang Rais PCNU Soppeng menekankan bahwa ini adalah kali pertama sejumlah peserta menunjukkan ketertarikan dan interaksi positif yang begitu tinggi dengan seorang calon Ketua Umum PBNU.
“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan keterlibatan aktif dari semua elemen NU,” katanya.





