Politik

RI Perkuat Diplomasi dengan Negara Pasifik Selatan untuk Atasi Krisis Papua!

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah memberikan tanggapan terkait keputusan pemerintah Indonesia untuk mengirim kembali armada TNI Angkatan Laut ke kawasan Pasifik dan Oseania. Misi ini dilakukan melalui pelayaran muhibah menggunakan KRI Wahidin Sudirohusodo-991.

Pentingnya Hubungan dengan Negara-negara Pasifik

Amir menyatakan bahwa terdapat dimensi penting dalam misi ini, yakni penguatan hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik, terutama terkait isu Papua. Sepanjang bertahun-tahun, kelompok pendukung gerakan separatis Papua telah berupaya mendapatkan dukungan politik dari negara-negara Pasifik Selatan. Oleh karena itu, mempertahankan hubungan yang erat dengan negara-negara tersebut menjadi sangat strategis.

“Hadirnya Indonesia secara langsung dalam bentuk kehadiran fisik TNI AL dan program kemanusiaan lainnya akan meningkatkan pemahaman negara-negara Pasifik tentang posisi Indonesia,” ujar Amir. Ia menekankan bahwa pendekatan persuasif lebih efektif daripada konfrontasi diplomatik untuk mencapai tujuan tersebut.

Manfaat Kehadiran Indonesia di Kawasan

Amir juga menegaskan bahwa ketika masyarakat dan pemerintah negara-negara Pasifik merasakan langsung manfaat dari kehadiran Indonesia, ruang bagi narasi negatif mengenai Indonesia akan semakin sempit. Misi ini tidak hanya berfungsi untuk memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga untuk menampilkan kontribusi Indonesia dalam isu-isu regional.

Lebih jauh, ia melihat misi pelayaran ini sebagai pesan strategis kepada negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Indonesia berupaya menunjukkan dirinya bukan sekadar objek dalam geopolitik kawasan Indo-Pasifik tetapi juga sebagai aktor independen yang memiliki kepentingan dan pengaruh tersendiri.

Legitimasi Indonesia di Kawasan Pasifik

“Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa kawasan Pasifik bukan hanya wilayah permainan negara-negara besar. Kami memiliki legitimasi historis, geografis, dan politik untuk berperan aktif di sana,” pungkas Amir. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan lebih aktif dan bukan sekadar sebagai penonton dalam dinamika geopolitik yang berlangsung di kawasan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button