Politik

Akademisi Tegaskan Peran Vital Nasionalisme di Wilayah Perbatasan!

Jakarta, Maret.id — Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Rasminto menekankan pentingnya peran daerah perbatasan tidak hanya sebagai batas geografis, tetapi sebagai simbol kekuatan identitas, persatuan, dan ketahanan bangsa Indonesia. “Wilayah perbatasan merupakan wajah Indonesia yang pertama kali dilihat dunia. Oleh karena itu, masyarakat di kawasan perbatasan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan kepentingan nasional,” ujarnya pada Senin, 8 Juni 2026.

Pembangunan dan Identitas Nasional

Rasminto mengungkapkan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan harus bersinergi dengan penguatan karakter kebangsaan masyarakat. Ia menegaskan, nasionalisme yang kuat merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang berkembang saat ini. Penguatan wawasan kebangsaan, menurutnya, harus menjadi fokus utama dalam sistem pertahanan bangsa yang perlu dibangun secara berkelanjutan.

Strategisnya Wilayah Perbatasan

Rasminto juga menjelaskan bahwa daerah strategis seperti Kepulauan Riau memiliki peran krusial karena terletak di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. “Posisi tersebut memberikan peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi, investasi, dan perdagangan, tetapi juga menghadirkan berbagai kerawanan yang harus diantisipasi,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi ekonomi, tantangan keamanan di wilayah perbatasan perlu mendapatkan perhatian serius.

Ancaman Keamanan dan Budaya

Merujuk pada peningkatan peredaran narkotika, penyelundupan barang ilegal, perdagangan manusia, kejahatan siber, dan kejahatan transnasional lainnya, Rasminto mengingatkan bahwa wilayah perbatasan kerap dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan. Tindakan kriminal ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, namun juga berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan jika masyarakat tidak memiliki kesadaran nasional yang kuat. “Ancaman terhadap bangsa tidak selalu muncul dalam bentuk agresi militer, melainkan juga melalui jalur ekonomi, sosial, budaya, teknologi informasi, hingga kejahatan lintas negara,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan harus diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan mencintai tanah air adalah kunci untuk memastikan kemajuan suatu daerah. “Investasi mampu membangun kawasan, tetapi nasionalisme yang akan menjaga keberlangsungannya,” tambahnya.

Rasminto menggarisbawahi bahwa wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. “Generasi muda di wilayah perbatasan perlu dibekali dengan kemampuan dan penguatan wawasan kebangsaan agar dapat menyaring pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari berbagai arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button