Kekompakan Nahdliyin Dorong Kemajuan dan Arah Baru bagi NU!

Jakarta, Maret.id — Gus Salam, bersama sejumlah masyayikh dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan Lirboyo Kediri, baru-baru ini menggelar pertemuan dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Bengkulu. Pertemuan ini diawali dengan silaturahmi bersama Katib PWNU Bengkulu KH Aly Shodiq, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Rais PWNU Bengkulu KH Hasbullah Achmad dan Ketua PWNU Bengkulu Prof. Dr. KH Khairudin Wahid, M.Ag.
Bengkulu: Pusat Toleransi dan Kebersamaan
Dalam dialog tersebut, Gus Salam menekankan bahwa Bengkulu dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan gotong royong. Ia mengungkapkan keinginannya untuk lebih memahami peran Nahdlatul Ulama yang telah berintegrasi dengan masyarakat Bengkulu selama bertahun-tahun, serta kontribusi NU dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan daerah.
“Saya ingin merasakan nikmatnya lauk pendap dan kue lepek binti, khas Bengkulu,” ungkap Gus Salam pada Senin, 8 Juni 2026, setelah mengunjungi Makasar sebelumnya. Ia juga menambahkan, “Kami sangat terhormat bisa makan bersama KH Ali Shodiq Ahmad di kediaman beliau, di pesantren Hidayatul Qomariyah.”
Apresiasi untuk Pengurus NU Bengkulu
Dalam forum tersebut, Gus Salam memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan dedikasi para pengurus NU di Bengkulu. Kehadiran peserta dari daerah yang jauh, seperti PCNU Mukomuko, menjadi bukti komitmen dan pengorbanan para pengurus dalam mengabdi untuk jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Kekompakan dan soliditas pengurus NU dari PWNU dan PCNU se-Bengkulu, bisa menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi PBNU dan PWNU lain dalam mengelola organisasi,” jelasnya dengan tegas. Gus Salam juga mencermati kemampuan warga NU di Bengkulu dalam melayani nahdliyin dan masyarakat, yang didukung oleh potensi geografis daerah tersebut.
Harapan terhadap Kepemimpinan PBNU di Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pengurus PCNU juga menyampaikan pandangan dan masukan terkait dinamika organisasi NU. Mereka berharap agar PBNU di masa depan dipimpin oleh sosok yang benar-benar fokus dalam berkhidmah, serta memiliki komitmen kuat untuk membesarkan jam’iyah dan melayani warga nahdliyin.
Ketua PCNU Rejang Lebong, Dr. KH Mabrursyah, mengkritik banyaknya kepengurusan karteker yang dibentuk PBNU, yang dinilainya kurang kondusif bagi kehidupan organisasi. Sebaliknya, Dr. KH Syafrullah dari PCNU Kepahiang menegaskan pentingnya pemimpin yang tulus mengabdi demi kemaslahatan umat, menegaskan agar kepemimpinan PBNU tidak terjebak dalam kepentingan pragmatis.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Salam menyatakan bahwa ia memahami harapan dan kegelisahan para pengurus NU di Bengkulu. Ia menegaskan bahwa aspirasi serupa juga muncul dari berbagai daerah yang mengharapkan penguatan NU.
“Kekompakan dan soliditas NU Bengkulu, bisa menjadi pelopor bagi PBNU baru yang solid, berintegritas, dan tulus melayani demi kemaslahatan umat dan bangsa,” tandas Gus Salam.





