Idrus Marham Bongkar Ketidakakuratan Film Pesta Babi!

Jakarta, Maret.id — Kebebasan berekspresi dan menyampaikan kritik menjadi bagian esensial dari kehidupan demokrasi yang harus dijunjung tinggi. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Senin, 8 Juni 2026.
Kepentingan Mempertahankan Kebenaran
Idrus menekankan pentingnya komitmen terhadap fakta, data, dan kebenaran yang ada di lapangan. Ia mengungkapkan, dalam sebuah demokrasi, kritik yang dibangun atas dasar fakta dan data yang valid sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan.
Lebih lanjut, Idrus menyatakan bahwa meskipun kebebasan berpendapat dan berkarya adalah hak yang harus dihormati, tidak boleh ada kompromi terhadap kebenaran. “Sangat vital bagi kita untuk memastikan bahwa semua pandangan yang ada diuji berdasarkan fakta,” ungkapnya.
Risiko Narasi yang Tidak Utuh
Idrus juga memperingatkan mengenai potensi perpecahan dalam masyarakat ketika narasi dibangun dari informasi yang tidak lengkap. Ia menjelaskan, jika kritik tersebut menggunakan asumsi yang tidak terverifikasi atau generalisasi yang berlebihan, hal ini bisa menambah ketegangan di antara masyarakat.
“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa informasi yang sepihak atau tidak jelas bisa menyulut konflik. Oleh karena itu, setiap pandangan yang diajukan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Peran Penting Fakta dalam Diskursus Publik
Idrus menekankan, menjaga keakuratan informasi adalah tanggung jawab bersama. “Komitmen kita untuk membela kebenaran harus menjadi polisi bagi cara kita berdiskusi dan berdebat di ruang publik,” tuturnya.
Dalam pernyataannya, Idrus mengajak semua pihak untuk senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip verifikasi dalam setiap argumen yang diajukan. Sikap kritis ini, menurutnya, harus menjadi alat untuk memperkuat fondasi demokrasi, bukan sebaliknya.





