Prabowo Tepercaya Said Iqbal Menjadi Penasihat Khusus Buruh!

Jakarta, Maret.id — Pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh berlangsung khidmat di Istana Negara pada pukul 16.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh para pejabat penting, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik S Deyang, serta dua wakil kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Pelantikan yang Dihadiri Oleh Pejabat Tinggi
Presiden Prabowo Subianto memasuki ruangan pelantikan didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Setelah suasana tenang, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, diikuti dengan pembacaan sumpah jabatan oleh Said Iqbal dan para pejabat lainnya.
Dengan mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026, Said Iqbal resmi ditunjuk untuk posisi ini. Dalam pernyataannya sebelum pelantikan, Iqbal menjelaskan bahwa status jabatannya setingkat menteri, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Fokus Pada Kebijakan Ketenagakerjaan
Said Iqbal menegaskan komitmennya untuk memberikan masukan strategis kepada Presiden terkait isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Ia menjelaskan, “Sesuai dengan perpres nomor 137 tahun 2024 dan 106 tahun 2025, kedudukan saya setingkat Menteri. Saya akan aktif memberikan masukan apabila diminta atau tidak,” ungkapnya.
Tokoh buruh yang dikenal luas ini menggarisbawahi pentingnya adanya diskusi mendalam dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan kaum pekerja sebelum mengambil keputusan untuk menerima amanah tersebut. “Kami telah memutuskan untuk berjuang dari dalam, mengingat keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat kecil, termasuk buruh dan petani,” tuturnya dengan tegas.
Kiprah dan Latar Belakang Said Iqbal
Said Iqbal merupakan aktivis buruh yang lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia telah aktif dalam dunia perjuangan pekerja sejak 1992, dimulai dari sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi. Dalam perjalanan kariernya, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 1999-2006, sebelum memimpin KSPI.
Dengan latar belakang pendidikan yang solid dari Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Jayabaya, serta gelar Magister Manajemen Ekonomi dari Universitas Indonesia, Said Iqbal telah membuktikan dirinya sebagai figur sentral dalam gerakan buruh Indonesia. Dia tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga mengedepankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan buruh untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik.





