Zulhas dan Budi Santoso Harus Dicopot Karena Gagal Stabilkan Harga Pangan!

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, menyatakan bahwa Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso gagal menjaga stabilitas harga pangan. Menurut Eko, situasi ini menjadi masalah serius karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar jutaan rakyat Indonesia.
Eko mengungkapkan, “Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengelola sektor pangan akan semakin menurun.” Dia menekankan bahwa sektor pangan adalah program prioritas bagi Presiden Prabowo. Kondisi kenaikan harga pangan saat ini dianggap mencoreng citra Prabowo di mata rakyat.
Desakan untuk Evaluasi Total
Eko menegaskan perlunya langkah evaluasi menyeluruh oleh Presiden Prabowo terhadap jajaran yang mengelola sektor pangan. Dia menambahkan, “Jangan sampai rakyat menjadi korban dari kebijakan yang tidak efektif dan lemahnya pengawasan terhadap tata niaga pangan nasional.” Dalam konteks ini, Eko juga mendesak agar Presiden Prabowo segera mencopot Zulkifli Hasan dan Budi Santoso jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan nyata terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.
Ditegaskannya bahwa jabatan publik tidak seharusnya dianggap sebagai hak istimewa. “Jabatan adalah amanah. Ketika rakyat terus menjerit akibat mahalnya harga pangan, sementara pejabat yang bertanggung jawab gagal menghadirkan solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, maka pergantian pejabat menjadi langkah yang wajar dan diperlukan,” ungkap Eko.
Ukuran Keberhasilan Pemerintah
Eko menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada banyaknya konferensi pers, rapat koordinasi, atau klaim keberhasilan di atas kertas. “Melainkan pada kemampuan menghadirkan harga pangan yang terjangkau bagi rakyat,” tambahnya. Kritik tersebut mencerminkan frustrasi masyarakat terhadap harga pangan yang semakin meningkat.
“Jika harga pangan terus melambung dan rakyat terus mengeluh, maka yang harus dievaluasi bukan rakyatnya, melainkan pejabat yang mengurus pangan,” pungkasnya.
Kenaikan Harga Pangan
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), terdapat kenaikan signifikan pada beberapa komoditas utama. Pada tanggal 8 Juni 2026, harga bawang merah naik 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram, sedangkan bawang putih meningkat 7,76 persen menjadi Rp41.650 per kilogram.
Komoditas beras juga mengalami kenaikan, di mana harga beras kualitas bawah II meningkat 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super hanya naik tipis 0,29 persen, menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan harga juga tercatat pada minyak goreng, dimana minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,46 persen menjadi Rp24.350 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek II meningkat 1,51 persen menjadi Rp23.500 per kilogram.
Dengan kondisi harga pangan yang terus meningkat, Eko Saputra dan Gerakan Muda Nasional menyerukan perhatian yang lebih besar dari pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.





