Politik

Zulhas dan Budi Santoso Gagal Urus Pangan, Mundurlah dari Kabinet!

Jakarta, Maret.id — Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Menurutnya, keduanya gagal total dalam melaksanakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang fokus pada peningkatan ketahanan pangan.

Jerry menegaskan bahwa Zulkifli Hasan dan Budi Santoso tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk mengelola isu-isu pangan di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju swasembada pangan, namun kedua tokoh tersebut tidak mampu menunjukkan dukungan yang nyata terhadap rakyat. “Mereka tak pernah berpihak pada rakyat seperti Presiden Prabowo yang peduli dan cinta rakyat kecil,” ungkap Jerry dalam wawancaranya di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.

Surplus Produksi Beras dan Permasalahan Harga

Berdasarkan data, produksi beras nasional telah mencapai rekor 34,77 juta ton pada akhir tahun 2025. Angka ini dinilai surplus dan cukup untuk menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di atas 3,2 juta ton. Namun, Jerry mengungkapkan keheranannya ketika harga eceran tertinggi (HET) beras tidak juga turun. “Tapi kok masih ada yang menjual di atas Rp75 ribu per 5 Kg,” katanya.

Jerry juga mencatat fakta yang mencolok, yaitu rencana ekspor beras ke Malaysia dengan harga Rp10 ribu. Situasi ini memunculkan dugaan adanya permainan kotor dalam tata kelola pangan di tanah air. “Saya mengendus masih ada permainan kotor yang terjadi dalam tata kelola pangan di Indonesia, terutama yang menjadi tugas pokok dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan,” tegasnya.

Panggilan untuk Pergantian Menteri

Dalam pandangannya, keduanya seharusnya mempertanggungjawabkan hasil kerja yang dinilai sangat mengecewakan tersebut. “Pada intinya, percuma jika swasembada pangan tapi harga beras masih mahal, jangan-jangan ada permainan kotor,” kata Jerry. Ia menyerukan agar Zulkifli Hasan dan Budi Santoso mundur dari kabinet atau lebih baik dipecat. “Karena sudah jelas ini kegagalan,” katanya menegaskan.

Jerry menambahkan bahwa keberhasilan dalam swasembada pangan sangat tergantung pada manajemen yang transparan dan akuntabel. Ia menyayangkan bahwa saat rakyat seharusnya menikmati harga beras yang terjangkau, kenyataannya justru mengalami sebaliknya. “Sikap kedua menteri ini jelas tidak mencerminkan kebijakan yang pro-rakyat,” pungkasnya.

Kritik tajam ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintahan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Indonesia, yang saat ini menjadi isu krusial bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button