Politik

Sidang Gugatan Muktamar X PPP: Saksi Tergugat Dituduh Berbohong!

Jakarta, Maret.id — Dalam pernyataannya, M. Thobahul Aftoni, yang mewakili penggugat, menilai kesaksian yang dihadirkan oleh tergugat dalam kasus ini nampak tidak konsisten. Hal ini diungkapkan dalam sidang yang berlangsung terkait sengketa muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Konsistensi Kesaksian Dipertanyakan

Aftoni menyoroti kesaksian Amir Uskara, yang menyatakan bahwa sidang lanjutan paripurna Muktamar X PPP diadakan di presidential suite di Hotel Mercure lantai 10. Namun, menurut Aftoni, informasi tersebut tidak akurat karena di lantai tersebut tidak terdapat kamar tipe presidential suite, melainkan hanya ada royal suite yang lebih kecil. “Saksi tergugat ini kalau ngarang kurang kreatif,” kritik Aftoni.

Perbedaan Data Peserta Muktamar

Selain itu, Aftoni mengamati adanya inkonsistensi terkait jumlah peserta yang hadir dalam muktamar. Amir Uskara menyebutkan bahwa sidang tersebut diikuti oleh 500 peserta, sementara saksi sebelumnya, Ermalena, memberikan keterangan yang berbeda dengan menyebutkan jumlah peserta hanya 300. Hal ini menambah keraguan terhadap keakuratan keterangan yang disampaikan oleh tergugat.

Keterangan Saksi Ahli yang Tidak Koheren

Tidak hanya terbatas pada saksi fakta, Aftoni juga mengkritik ketidakjelasan dari saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak tergugat. Maruarar Siahaan, yang berperan sebagai saksi ahli, mengindikasikan bahwa setiap anggota dan pengurus partai wajib mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Namun, ketika membahas pembentukan tim penyelesaian sengketa internal yang tidak diatur dalam AD/ART, Siahaan menyatakan bahwa hal tersebut diperbolehkan.

Pernyataan Siahaan dinilai menciptakan kebingungan dan terkesan tidak konsisten. “Terlihat jawaban Pak Maruarar selaku ahli terkesan dipaksakan. Tidak konsisten,” tutup Aftoni, menegaskan bahwa kesaksian yang disampaikan tidak memenuhi standar yang diharapkan dalam persidangan ini. Sengketa internal dalam PPP pun terus bergulir, memunculkan berbagai pertanyaan tentang transparansi dan kepatuhan dalam proses partai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button