Politik

Investasi sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Jakarta, Maret.id — Investasi pada Triwulan I 2026 berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja, tumbuh 18,9 persen secara tahunan, dan memberikan kontribusi sebesar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi investasi pada periode ini hampir mencapai Rp500 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tercatat 5,61 persen.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Implikasi Ekonomi

Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi kini tidak sekadar mengejar angka realisasi, melainkan mulai menunjukkan kualitas melalui kontribusinya pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan pertumbuhan. “Ketika investasi mampu menyerap lebih dari 706 ribu tenaga kerja hanya dalam satu kuartal, artinya ada efek langsung terhadap pendapatan masyarakat, konsumsi rumah tangga, dan penguatan ekonomi nasional,” ujar Iswadi.

Menurut Iswadi, data penyerapan tenaga kerja yang meningkat merupakan indikator penting bahwa kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata terhadap perluasan kesempatan kerja dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Kebijakan Hilirisasi dan Target Investasi 2026

Iswadi mengapresiasi arah kebijakan investasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, yang dinilai semakin konkret dan terukur. Dia menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan hilirisasi, reformasi birokrasi, dan percepatan perizinan sebagai fondasi untuk mempertahankan kepercayaan investor.

“Di tengah tantangan global yang masih penuh ketidakpastian, capaian pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan realisasi investasi hampir Rp500 triliun pada kuartal pertama merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid dan daya tarik investasi yang kompetitif,” kata Iswadi. Dengan konsistensi kebijakan tersebut, Iswadi menilai target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun sangat realistis untuk dicapai.

Iswadi menegaskan bahwa ke depan, prioritas kebijakan harus menitikberatkan pada investasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button