JK Temui Prabowo, Bahas Energi dan Strategi Perdamaian Global!

Jakarta, Maret.id — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana akrab dan fokus pada agenda strategis penting bagi negara.
Agenda Pertemuan
JK tiba di Istana menggunakan mobil hitam dan disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja presiden, Prabowo, yang mengenakan baju safari krem, memberikan sambutan hangat kepada JK dan putranya sebelum mereka duduk untuk berdialog mengenai sejumlah isu krusial.
Setelah pertemuan, JK menyampaikan bahwa pembicaraan utamanya dengan Presiden Prabowo berfokus pada penguatan sektor energi nasional. Dia menekankan pentingnya percepatan pengembangan energi hijau sebagai salah satu fondasi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pembangunan Energi Hijau
“Saya dengan Solihin baru saja berbicara lama dengan Bapak Presiden dan didampingi juga oleh Pak Sesneg dan Pak Seskab untuk meningkatkan kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada badan energi,” ujar JK. Ia menambahkan bahwa Indonesia telah siap untuk mengembangkan kapasitas pembangkit energi, termasuk energi terbarukan dan jenis-jenis pembangkit lainnya.
JK juga mengungkapkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur energi, merujuk pada rencana untuk membangun 2.000 mega watt pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tambahan setelah sebelumnya membangun 1.500 mega watt. Dia mencatat bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkisar antara 5 hingga 8 persen, diperlukan ketersediaan energi yang sangat besar.
Pembahasan Isu Global
Selain membahas sektor energi dan investasi, pertemuan ini juga menyentuh isu-isu perdamaian global. JK menekankan pentingnya diskusi mengenai dinamika konflik yang terjadi di negara-negara seperti Thailand dan Afghanistan.
“Di samping itu, kita juga membicarakan perdamaian dan situasi yang terjadi di negara-negara tersebut,” tuturnya. Pertemuan ini mencerminkan upaya kedua tokoh untuk menjawab tantangan terhadap ketahanan dan perkembangan Indonesia, baik di dalam negeri maupun dalam konteks internasional.





