TNI

Jakarta, Maret.id — Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berlangsung pada sore hari ini, dengan massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB. Mereka berjalan kaki dari kawasan Bendungan Hilir (Benhil) menuju Bundaran HI, menuntut perhatian dari pemerintah terkait sejumlah isu yang sedang dihadapi masyarakat.
Barikade Aparat dan Tuntutan Mahasiswa
Namun, langkah para demonstran terhenti setelah dihadang oleh barikade aparat gabungan TNI dan Polri yang telah bersiaga di lokasi. Kehadiran massa aksi sempat membuat arus lalu lintas dari arah Bendungan Hilir menuju kawasan Monas terhenti, menambah keruwetan situasi di tengah kota.
Di depan barikade aparat, massa meluapkan tuntutannya melalui seruan yel-yel. “Buka, buka, buka jalannya. Buka jalannya sekarang juga,” teriak para demonstran bersemangat. Jarak antara titik massa tertahan dan kawasan Bundaran HI diperkirakan kurang dari satu kilometer, menunjukkan ketegangan yang terjadi di lapangan.
Tuntutan untuk Pemerintah
Dalam aksi ini, BEM dari seluruh fakultas Universitas Indonesia berencana menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, mereka juga menuntut penghentian praktik militerisme di ranah sipil dan mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah. Tuntutan ini dianggap mendesak mengingat keresahan masyarakat terhadap situasi ekonomi yang semakin memburuk.
Kondisi Ekonomi dan Respons Mahasiswa
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan bahwa tuntutan tersebut lahir dari keresahan yang dirasakan oleh masyarakat. Ia mengungkapkan, “Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak.” Menurutnya, masyarakat merasa tertekan sementara pemerintah justru sibuk memperbaiki citra diri sambil membagi proyek kepada kroni-kroninya.
Aksi demonstrasi ini menunjukkan semangat mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Mereka menegaskan pentingnya pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat dan mengambil langkah yang nyata dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi saat ini.





