Rasa Aman Mendorong Keberhasilan Pembangunan Berkelanjutan di Papua!

Jakarta, Maret.id — Berbagai program yang diluncurkan oleh pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan konektivitas antarwilayah, dianggap sebagai bukti komitmen negara untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua.
Meskipun demikian, Erik mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik dan ekonomi. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan perlu didukung dengan penguatan rasa aman, kepercayaan masyarakat, serta perlindungan terhadap warga sipil.
Apresiasi terhadap Pembangunan
“Saya mengapresiasi berbagai langkah pemerintah yang terus berupaya mempercepat pembangunan Papua. Infrastruktur semakin berkembang, akses layanan publik semakin terbuka, dan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia juga semakin besar,” ujar Erik dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menilai capaian tersebut sebagai modal penting untuk mendorong Papua menjadi kawasan yang lebih maju dan kompetitif.
Erik juga menegaskan pentingnya memperhatikan aspek sosial dalam pembangunan. “Namun, pembangunan juga perlu memperhatikan aspek sosial yang menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas dan kemajuan jangka panjang,” jelasnya. Kehadiran negara akan semakin dirasakan oleh masyarakat jika pembangunan berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kepercayaan publik.
Pentingnya Dialog dan Partisipasi Publik
Erik mencatat bahwa ruang dialog, partisipasi masyarakat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal perlu terus diperluas. “Pembangunan yang berhasil bukan hanya yang terlihat secara fisik, tetapi juga yang mampu menghadirkan rasa aman, rasa memiliki, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” katanya. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam membuka komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan berbagai elemen masyarakat Papua.
“Pendekatan kolaboratif yang dilakukan sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat,” ungkapnya. Di sisi lain, Erik mengingatkan akan pentingnya menghindari berbagai bentuk stigmatisasi terhadap masyarakat Papua.
Potensi Besar Papua untuk Pertumbuhan
“Kita harus menghindari stigmatisasi konflik Papua, sebab mayoritas masyarakat Papua menginginkan kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera. Pendekatan yang mengedepankan penghormatan, dialog, dan kebersamaan akan lebih efektif dalam memperkuat persatuan nasional,” imbuhnya. Erik menekankan bahwa Papua memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan Indonesia di kawasan timur.
“Oleh karena itu, seluruh pihak perlu menjaga suasana yang kondusif agar agenda pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” paparnya. Ia optimistis bahwa dengan pembangunan yang terus berlanjut, serta perlindungan yang semakin kuat terhadap warga sipil, Papua akan semakin maju, aman, dan sejahtera.
“Ketika pembangunan fisik berjalan seiring dengan pembangunan sosial, maka fondasi kemajuan Papua akan menjadi semakin kokoh,” pungkasnya.





