Politik

Manuver DPC Bojonegoro Ciptakan Sinyal Pupuk Organik

Jakarta, Maret.id — Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan mengenang sosok proklamator yang mengusung paham Marhaenisme, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bojonegoro mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jati Tengah, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (14/6/2026) dengan mengundang tenaga ahli dari PT Banyu Urip Organik Super Energi.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro sekaligus Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono. Selain itu, hadir juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bojonegoro, Amin Thohari, dan pemilik PT Banyu Urip Organik, Pilih Endro Tanoyo, serta diikuti oleh puluhan kader partai dan warga setempat.

Inisiatif untuk Ketahanan Pangan

Ketua DPC Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret partai dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal. Kegiatan ini juga sejalan dengan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai terkait pemulihan dampak krisis ekonomi global yang sedang melanda.

“Pelatihan pembuatan pupuk organik ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Dengan menggunakan pupuk organik, diharapkan hasil pertanian dapat meningkat dan tanah bisa kembali berfungsi secara optimal,” ungkap Bambang.

Ia juga mencatat bahwa mayoritas perekonomian masyarakat Bojonegoro bergantung pada sektor pertanian. Dengan harga pupuk dan obat pertanian yang terus meningkat, inovasi pupuk organik diharapkan memberikan solusi finansial bagi petani.

Penggunaan Bahan Baku Lokal

Pemilik PT Banyu Urip Organik, Pilih Endro Tanoyo, menjelaskan bahwa formula pupuk organik yang disampaikan sangat mudah diterapkan oleh petani, karena memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Produk dan metode yang diperkenalkan juga telah terdaftar resmi di Departemen Pertanian.

“Proses pembuatan pupuk ini sangat sederhana dan bahan bakunya dapat diambil dari lingkungan kita sendiri. Para petani tidak akan kesulitan untuk mempraktikannya,” kata Pilih Endro. Dalam sesi pelatihan tersebut, ia mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik.

Lebih lanjut, Pilih menekankan bahwa manfaat pupuk organik tidak hanya terlihat dari peningkatan hasil panen secara instan, tetapi juga dalam jangka panjang untuk memperbaiki struktur tanah yang mulai rusak akibat penggunaan bahan kimia.

Menuju Pertanian Berkelanjutan

Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani di Kecamatan Sugihwaras dapat mencapai kemandirian dalam penyediaan pupuk, sekaligus menekan biaya produksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Bojonegoro.

Bambang Sutriyono menegaskan bahwa inspirasi dari Bung Karno sebagai Bapak Marhaen sangat relevan untuk saat ini. “Ketika petani kita sejahtera, tentunya pedagang dan nelayan juga akan merasakan dampaknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPC PDI-P Bojonegoro juga sudah memulai gerakan menanam tanaman pendamping beras, seperti jagung, singkong, dan ketela, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Inisiatif pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen DPC PDI Perjuangan Bojonegoro dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang ada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button