Aliansi Cipayung Desak Prabowo

Jakarta, Maret.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMKRI Jakarta Timur/Selatan, GMNI Jakarta Timur, LMND Jakarta Timur, dan Himapersis Jakarta Timur, melaksanakan demonstrasi di kawasan Jakarta pada Selasa pagi. Aksi ini langsung memicu ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang bertugas menjaga keamanan.
Ketegangan Memuncak
Momen ketegangan dimulai ketika mahasiswa melakukan orasi dengan membentangkan spanduk dan poster yang menuntut “Prabowo-Gibran Gagal Total”. Taktik ini direspons oleh aparat kepolisian yang juga menampilkan spanduk berisi imbauan kepada peserta aksi, memicu reaksi mahasiswa yang membuat situasi semakin tegang.
Aparat kepolisian bekerja cepat untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas. Pantauan di lokasi menunjukkan mahasiswa dari berbagai organisasi terus menyuarakan aspirasinya meskipun ada upaya dari kepolisian untuk menenangkan keadaan.
Berbagai Tuntutan Dihimpun
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengemukakan sejumlah tuntutan yang diperjuangkan. Pertama, mereka mendesak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari posisi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Hal ini dikemukakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan yang dirasa tidak berpihak kepada rakyat.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia. Mereka yakin bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi. Tuntutan lainnya juga mencakup penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk meringankan beban masyarakat serta mencegah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Panggilan untuk Evaluasi Program Pemerintah
Dalam tuntutannya yang lain, mahasiswa meminta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berargumen bahwa program tersebut perlu dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran agar tidak menjadi sumber masalah baru di masyarakat.
Selanjutnya, mereka juga mendesak penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga evaluasi dan perbaikan sistem pelaksanaan dilakukan. Tujuan dari mengajukan tuntutan ini adalah menjamin efektivitas dan akuntabilitas dari program yang menyangkut kesejahteraan masyarakat tersebut.
Aksi demonstrasi ini mencerminkan gelora semangat mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak rakyat di tengah kondisi politik dan sosial yang dinamis.





