Generasi Muda Harus Ambil Langkah Nyata Wujudkan Perdamaian Global!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Sheikh Dr. Mohammed Al-Issa, baru-baru ini menyampaikan pesan penting kepada para pemimpin muda, mahasiswa, peneliti, dan aktivis dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Pertemuan ini berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka Third International Summit of Religious Leaders pada 12-13 Juni 2026.
Pentingnya Keterlibatan Generasi Muda
Kegiatan yang diadakan di Kuala Lumpur Convention Centre tersebut bertujuan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan berkelanjutan. Al-Issa menegaskan bahwa generasi muda tidak sekadar pewaris masa depan, tetapi juga aktor penting yang dapat menghadirkan solusi atas tantangan global seperti konflik sosial, perubahan budaya, dan perkembangan teknologi.
“Investasi pada pendidikan dan pengembangan keterampilan profesional lebih dari sekedar kebutuhan; ini adalah keharusan di tengah perubahan global yang sangat cepat,” ungkap Al-Issa dalam keterangan resmi. Ia menekankan bahwa dukungan dalam bidang kepemimpinan dan pengembangan intelektual sangat penting untuk menyiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Dialog dan Kolaborasi Lintas Komunitas
Para peserta, yang terdiri dari tokoh muda lintas agama serta akademisi, menekankan pentingnya dialog, toleransi, dan kolaborasi antar komunitas. Masyarakat diajak untuk saling memahami dan bekerja sama dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Diskusi tersebut juga mengangkat upaya pemberdayaan generasi muda melalui peningkatan kapasitas akademik dan pengembangan keterampilan kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan abad ke-21.
“Perlu adanya ruang lebih luas untuk mendukung talenta muda berkontribusi di bidang pendidikan, teknologi, dan sosial,” ujar salah satu peserta. Hal ini mengindikasikan adanya kesepakatan di antara peserta mengenai peran vital generasi muda dalam era yang keberagaman semakin meningkat.
Relevansi Pesan untuk Indonesia
Bagi Indonesia, yang dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan keberagaman tinggi, pesan di forum ini sangat relevan. Penguatan peran generasi muda dipandang sebagai faktor penting untuk menjaga persatuan serta stabilitas nasional. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan dialog konstruktif terhadap keberagaman.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara lembaga keagamaan, institusi pendidikan, dan komunitas pemuda internasional. Peserta sepakat bahwa tantangan global saat ini memerlukan kepemimpinan yang inklusif dan moderat serta kemampuan membangun jembatan dialog antarperadaban.
Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian forum internasional yang diadakan di Kuala Lumpur dan diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia bekerja sama dengan Kantor Perdana Menteri Malaysia. Liga Muslim Dunia, yang didirikan pada tahun 1962, aktif mempromosikan moderasi, dialog antar agama, dan kerja kemanusiaan di berbagai negara.





