Politik

Yasonna Desak Negara Tindak Tegas Judi dan Teror Pinjol!

Jakarta, Maret.id — Anggota DPR RI, yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat akibat judi online dan pinjaman online sangatlah serius. Ia menekankan bahwa efek dari kedua masalah tersebut mencakup keruntuhan ekonomi keluarga, tekanan mental, serta sejumlah kasus bunuh diri yang semakin meningkat.

Yasonna menjelaskan bahwa judi online bukan hanya persoalan individu atau kebiasaan buruk, melainkan sudah bergeser menjadi kejahatan siber terorganisir. “Ini menggerogoti ekonomi rakyat dan mengancam ketahanan sosial bangsa. Negara harus hadir dengan tindakan yang lebih keras dan tanpa kompromi,” ujarnya dalam sebuah keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 16 Juni 2026.

Langkah Proaktif Melawan Judi Online

Yasonna memberikan apresiasi terhadap langkah Komisi Digital (Komdigi) yang telah berhasil memutuskan akses terhadap 3,45 juta situs judi online. Selain itu, mereka juga telah mengajukan pembekuan lebih dari 25 ribu rekening yang diduga terkait dengan aktivitas perjudian daring. Namun, ia mencatat bahwa perjuangan melawan judi online masih jauh dari kata selesai.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa meskipun ada upaya tersebut, mata rantai judi online belum sepenuhnya putus. “Situs-situs baru akan terus bermunculan, dan premanisme siber dari Debt Collector pinjaman online akan terus mengancam keselamatan masyarakat, bahkan keluarga yang tidak terlibat,” jelasnya.

Desakan untuk Sinergi Lebih Baik

Melalui fungsi pengawasan di DPR RI, Yasonna mendesak agar ada sinergi yang lebih agresif antara Komisi XI, Komisi III DPR RI, Komdigi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Bandar besar, penyedia teknologi transaksi, dan seluruh jaringan yang menikmati keuntungan dari bisnis haram ini harus ditindak dengan pasal berlapis, termasuk untuk tindak pidana pencucian uang,” tegasnya.

Yasonna juga mendorong pemerintah untuk membentuk Single Hotline atau layanan pengaduan terpadu sebagai langkah preventif. Ia menekankan, “Negara tidak boleh kalah oleh mafia digital. Saya akan terus mengawal persoalan ini di parlemen agar ruang digital Indonesia menjadi lebih aman dan memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.”

Dengan seruan tersebut, Yasonna mencerminkan tekadnya dalam memperjuangkan kebijakan yang akan memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button