Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah demi Keamanan!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengumumkan langkah penangguhan sementara program Makanan Bergizi (MBG) yang sejalan dengan penurunan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah.
Penghentian Program Makanan Bergizi
Menurut Qodari, masa liburan yang cukup panjang memberikan kesempatan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap program ini. “Salah satu kebijakan yang sudah diambil oleh pimpinan BGN adalah untuk menghentikan kegiatan dapur-dapur yang menyuplai MBG selama masa libur,” ujar Qodari dalam keterangannya pada Rabu, 17 Juni 2026.
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Evaluasi tersebut akan mencakup berbagai aspek penting, termasuk kondisi fasilitas, proses pengolahan makanan, standar kesehatan dan kebersihan, serta kualitas pangan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG. “Evaluasi yang sudah berjalan ini akan dilanjutkan dengan peningkatan disiplin, baik dalam hal kondisi fasilitas maupun proses masak, kesehatan, dan kebersihan,” tambahnya.
Sistem Penilaian bagi Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG)
Lebih lanjut, pemerintah merencanakan penerapan sistem penilaian atau grading bagi SPPG. Setiap satuan layanan akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan kualitas layanan yang diberikan. “Hasil penilaian ini akan menjadi dasar untuk memberikan insentif, sehingga SPPG dengan kinerja terbaik akan mendapatkan dukungan lebih besar,” ungkap Qodari.
Ia menekankan bahwa pengkategorian tersebut sangat penting. “Ke depan, SPPG akan mengalami grading. Yang terbaik akan mendapat kelas A, yang sedang memperoleh kelas B, dan yang kurang baik akan diindikasikan dengan kelas C,” jelasnya. Sistem grading tersebut akan berdampak langsung pada insentif yang diterima oleh setiap SPPG.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap adanya peningkatan signifikan dalam kualitas makanan yang disajikan kepada siswa dan penerima manfaat lainnya dalam program MBG. Qodari menambahkan, dengan evaluasi menyeluruh ini, diharapkan ada perbaikan yang berkelanjutan dalam penyediaan pangan bergizi kepada masyarakat.





