Transformasi Digital Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional Secara Revolusioner!

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengungkapkan pentingnya meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Dalam sebuah Webinar Literasi Digital dengan tema “Ketahanan Pangan”, Dave menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, termasuk pertumbuhan jumlah penduduk yang memicu peningkatan kebutuhan pangan global, serta dampak perubahan iklim yang mengganggu produktivitas pertanian.
Dave mencatat bahwa tingginya angka kehilangan hasil pangan akibat sistem distribusi yang belum efisien hanya memperparah situasi ini. Untuk itu, Indonesia harus mulai mengoptimalkan teknologi digital sebagai bagian dari solusi jangka panjang. “Teknologi memungkinkan pertanian menjadi lebih presisi, lebih efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pertanian yang Lebih Baik
Dalam webinar tersebut, Dave menjelaskan berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam sektor pertanian. Di antaranya adalah Internet of Things (IoT), sensor pertanian, sistem irigasi otomatis, serta pemantauan cuaca berbasis data. Selain itu, platform pemasaran digital juga dapat membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi dan memperluas akses pasar mereka.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya digitalisasi di sektor pangan yang diharapkan bisa memperkuat kemampuan pemerintah dalam memantau ketersediaan stok pangan nasional. Dengan informasi yang akurat, kebijakan yang tepat dapat diambil lebih cepat dan memberi dampak yang lebih besar. “Digitalisasi sektor pangan akan sangat berperan dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan pemerintah,” tambah Dave.
Dukungan Infrastruktur Digital di Wilayah Pedesaan
Lebih lanjut, legislator dari Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di sektor pangan sangat tergantung pada dukungan infrastruktur digital yang merata, terutama di wilayah pedesaan. Dia menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal memproduksi pangan dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan aksesibilitas pangan yang mencukupi, aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dave menutup pernyataannya dengan mengingatkan akan pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor dalam mewujudkan tujuan ini. “Kita perlu kerja sama yang solid, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk memastikan bahwa semua elemen dapat berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih baik,” tegasnya.





