Manuver DPD PDI: Respon Tegas Atasi Krisis Pertanian Pasuruan

Jakarta, Maret.id — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan mengidentifikasi empat masalah mendasar yang dihadapi sektor pertanian di wilayah tersebut. Permasalahan ini dianggap krusial dan memerlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Empat Permasalahan Utama
Keempat isu tersebut mencakup kerusakan jaringan irigasi, konversi lahan pertanian, serangan hama, dan fluktuasi harga produk pertanian, serta dampak dari perubahan iklim yang semakin dirasakan oleh para petani. Dalam Rapat Paripurna II DPRD Kabupaten Pasuruan, Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Sugiyanto, menyampaikan pandangannya mengenai respon pemerintah terhadap tantangan ini.
Sugiyanto mendorong Bupati Pasuruan dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk memberikan penjelasan serta langkah konkret dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh para petani. Hal ini disampaikan dalam konteks Rancangan Peraturan Daerah mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dilema Jaringan Irigasi
Salah satu fokus utama adalah kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan signifikan. Hal ini menyulitkan petani dalam mengakses air terutama selama musim kemarau. Sementara itu, masalah genangan air yang merusak tanaman juga muncul di musim hujan akibat infrastruktur irigasi yang tidak memadai.
“Kerusakan jaringan irigasi dan keterbatasan pasokan air memerlukan rehabilitasi secara terencana dan berkelanjutan. Kami minta tanggapan dari Bupati Pasuruan terkait penanganan kondisi ini,” ujar Sugiyanto saat menyampaikan pandangannya.
Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti maraknya konversi lahan pertanian yang seharusnya produktif menjadi kawasan permukiman, industri, dan infrastruktur. Sugiyanto memperingatkan, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam ketahanan pangan daerah.
Fluktuasi Harga dan Serangan Hama
Persoalan lain yang juga diapresiasi adalah fluktuasi harga hasil pertanian yang semakin mengkhawatirkan, ditambah dengan serangan hama yang terus meningkat. Banyak petani yang kini harus menghadapi ketidakpastian harga jual pascapanen serta ancaman dari berbagai hama yang dapat menyebabkan gagal panen.
Sugiyanto menambahkan, perubahan iklim turut memperburuk kondisi, di mana pola cuaca yang semakin sulit diprediksi menyebabkan petani kesulitan dalam menentukan waktu tanam yang optimal. Hal ini jelas meningkatkan risiko kerugian di sektor pertanian.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Arifin, menekankan bahwa pandangan umum yang disampaikan fraksinya merupakan hasil langsung dari aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian harus mendapatkan perhatian dan dukungan melalui program yang jelas dan didukung oleh anggaran memadai.
Dukungan Terhadap Sektor Pertanian
Arifin menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pembahasan pertanggungjawaban APBD, memastikan bahwa pemerintah daerah memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi oleh petani. “Sektor pertanian merupakan bagian fundamental yang berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan. Oleh karena itu, kebijakan yang berpihak kepada petani sangatlah penting,” tegasnya.
Fraksi PDI Perjuangan akan terus berupaya agar sektor pertanian tidak hanya dijadikan retorika, tetapi juga terlaksana dalam bentuk kebijakan yang nyata, terukur, dan menyentuh kebutuhan para petani di Kabupaten Pasuruan.





