Politik

Respon Tegas Eri Cahyadi: Proyek Box Culvert Dihentikan!

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara semua proyek box culvert di wilayahnya. Keputusan ini diambil setelah insiden kecelakaan yang mengakibatkan seorang lansia meninggal dunia di Jalan Margorejo Indah.

Audit Menyeluruh dan Penegakan Standar Keselamatan

Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan audit menyeluruh terhadap keselamatan dan pengamanan proyek yang sedang berlangsung. “Seluruh proyek box culvert akan dihentikan sampai kami memastikan bahwa semua sistem pengamanannya berfungsi dengan baik,” ujar Eri Cahyadi dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Rabu (17/6/2026).

Insiden kecelakaan tersebut memicu perhatian serius terhadap prosedur keselamatan proyek yang ada. Eri mengemukakan bahwa investigasi terhadap kecelakaan ini akan berjalan serentak dengan upaya perbaikan keselamatan pada proyek-proyek yang masih aktif.

Peringatan untuk Kontraktor dan Tim Pengawasan

Meskipun kontraktor telah mengimplementasikan beberapa sistem pengamanan, pelaksanaannya dinilai kurang maksimal sehingga menciptakan potensi risiko bagi pengguna jalan. Eri menyatakan bahwa konsultasi dengan pihak pengawas dan pimpinan proyek telah dilakukan sebelum insiden, tetapi pekerjaan tetap dilanjutkan meskipun standar keselamatan belum terpenuhi.

“Pengamanan yang ada masih kurang optimal, sehingga kami ingin agar semua proyek dihentikan sampai pengamanannya bisa diperbaiki,” tegas Eri Cahyadi. Selain itu, Pemkot juga memberikan peringatan kepada seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, termasuk pimpinan proyek dan pejabat pembuat komitmen.

Penegakan Sanksi Jika Terjadi Keterlambatan

Wali Kota menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab keselamatan tidak hanya terletak pada pelaksana tetapi juga pada pihak pengawasan. Eri secara tegas menyatakan bahwa jika hingga batas waktu yang ditentukan perbaikan pengamanan belum selesai, sanksi akan diberikan kepada kepala dinas dan pimpinan proyek yang bersangkutan.

“Apabila pengamanan belum selesai pada Kamis, kami akan memberikan sanksi berupa pencopotan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya. Proses hukum terkait insiden kecelakaan juga terus berjalan, dan Pemkot Surabaya melakukan audit ulang terhadap berbagai proyek yang masih berjalan, termasuk meninjau Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) untuk memastikan kepatuhan terhadap keselamatan.

Dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menerapkan evaluasi ketat agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Eri Cahyadi menegaskan bahwa apabila kejadian seperti ini kembali terjadi, sanksi berat akan diterapkan terhadap pejabat terkait. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga kepercayaan dan keselamatan masyarakat dari setiap proyek pembangunan yang dilaksanakan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button