Politik

PDIP Tegaskan Hoaks Melki Sedek Hasil Ulah Buzzer Sampah!

Jakarta, Maret.id — Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, menanggapi penyebaran narasi yang dianggap hoaks terkait kader partainya, Melki. Deddy menegaskan bahwa foto yang beredar menggambarkan Melki dalam dua konteks berbeda, yaitu saat mengenakan almamater Universitas Indonesia pada tahun 2023 dan ketika memakai seragam PDIP pada tahun 2026, disertai tulisan “Siapa Ini? Waduh Ternyata Kader”.

Deddy menjelaskan bahwa Melki merupakan mahasiswa berprestasi yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada tahun 2023. Saat ini, Melki telah resmi menjadi kader muda PDIP. “Yang pasti, dia mahasiswa berprestasi, kritis, dan bukan lagi Ketua BEM UI sejak tahun 2023. Saat ini dia sudah bergabung dengan PDI Perjuangan sebagai kader muda,” ungkap Deddy dalam sebuah pernyataan.

Pendidikan dan Aktivisme Melki

Selama masa jabatannya di BEM UI, Melki dikenal sebagai figur yang kritis, terutama terhadap kebijakan pemerintah yang berlaku, terutama di akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Melki dikenal sangat kritis terhadap kekuasaan, terutama di paruh akhir pemerintahan Jokowi. Dia aktif menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja, kasus gelar Doktor instan salah satu menteri, dan kritis terhadap kampusnya sendiri,” ujar Deddy, menambahkan bahwa selama menjabat sebagai pimpinan BEM, Melki dan keluarganya sering mendapat ancaman kekerasan.

Deddy, yang juga merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, menyebut adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha mendiskreditkan BEM dan PDIP melalui narasi hoaks tersebut. “Dan sekarang buzzer Termul (Ternak Mulyono) sedang berusaha menjelekkan BEM dan PDI Perjuangan dengan isu ini. Dasar kumpulan pengutil sampah!” tegasnya.

Hak Bergabung dengan Partai Politik

Lebih jauh, Deddy menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk bergabung dengan partai politik apa pun, termasuk Melki. “Sebagai manusia merdeka, dia berhak bergabung dengan parpol manapun. Dia juga tidak pernah membawa-bawa nama BEM sejak 2023,” katanya, merespons tuduhan bahwa Melki menggunakan posisinya di BEM untuk kepentingan politik.

Deddy menambahkan bahwa tuduhan dan narasi negatif yang beredar hanya menunjukkan ketidakpuasan dari pihak-pihak tertentu terhadap keberhasilan kader-kader muda PDIP. “Bukan seperti mahasiswa dan BEM Gadungan yang konpes kemarin!” pungkas Deddy, menekankan posisi PDIP dalam merawat kader-kader yang kritis dan berkomitmen untuk perubahan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button