Politik

Pimpinan DPR Terbuka untuk Dialog dengan Mahasiswa Demo di Parlemen!

Jakarta, Maret.id — Pertemuan yang direncanakan antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dengan demonstran dari mahasiswa akan berlangsung dalam waktu dekat. Memfasilitasi aspirasi mahasiswa menjadi agenda utama dalam diskusi yang diharapkan dapat menjembatani kepentingan antara rakyat dan pemerintah.

Rencana Aksi Mahasiswa

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengetahui rencana demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa pimpinan DPR akan menemui perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi pada hari yang dijadwalkan. “Besok memang ada rencana ditemui oleh pimpinan DPR,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen pada Kamis, 18 Juni 2026.

Meskipun demikian, Dasco tidak mengungkapkan secara spesifik aliansi mahasiswa mana yang akan diterima dalam pertemuan tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, aksi ini kemungkinan besar diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, dengan fokus pada beberapa isu politik dan ekonomi.

Tuntutan dari BEM Universitas Trisakti

BEM Universitas Trisakti, melalui unggahan di media sosial, menyampaikan tiga tuntutan utama dalam aksi yang direncanakan. Tuntutan tersebut mencakup pemulihan ekonomi dan politik, penghapusan inkompetensi pejabat, serta pengembalian supremasi sipil. Selain itu, massa demonstran juga mendesak pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta menolak Undang-Undang Polri yang baru disahkan.

Dalam ungkapannya, BEM FTI Universitas Trisakti menyerukan seluruh elemen mahasiswa untuk bersatu dan turun ke jalan guna memastikan suara masyarakat terdengar hingga ke dalam gedung parlemen. “Sebuah seruan untuk merapatkan barisan dan memastikan aspirasi rakyat tidak terabaikan,” demikian jelas panitia aksi.

Pengamanan dan Imbauan dari Polisi

Untuk menjaga agar aksi tersebut berlangsung aman, pihak kepolisian telah menerjunkan lebih dari 4.263 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran di berbagai titik unjuk rasa yang tersebar di Jakarta Pusat, termasuk di wilayah DPR/MPR RI.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengimbau agar semua peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai. Ia mengingatkan agar tidak terjadi perbuatan anarkis, seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum, serta untuk menghormati masyarakat lain yang sedang melakukan aktivitas. “Sampaikan pendapat dengan damai, tidak melawan petugas,” tegasnya.

Bersiap menjelang aksi, etos dialog yang diusung oleh DPR dan semangat mahasiswa untuk bersuara menjadi dua sisi penting dalam dinamika politik Indonesia yang terus bergerak. Keduanya diharapkan dapat menciptakan ruang bagi penyaluran aspirasi yang konstruktif serta menjaga stabilitas di tengah upaya reformasi yang sedang berlangsung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button