Pimpinan DPR Terbuka untuk Terima Aspirasi dan Tuntutan Mahasiswa!

Jakarta, Maret.id —Audiensi yang berlangsung di tengah demonstrasi pada Jumat, 19 Juni 2026, dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Nazaruddin Dek Gam, dan Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath.
Respons Terhadap Aspirasi Mahasiswa
“Gedung DPR RI selama ini sangat identik dengan sikap eksklusifitas, namun pada Jumat malam, gedung ini dibuka untuk menerima aspirasi dari kelompok mahasiswa,” ujar Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam pengamatannya, Bawono mencatat bahwa materi yang dibahas cukup serius, termasuk kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, kenaikan harga Pertamax, serta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bawono juga mencatat bahwa selama audiensi, Dasco tidak hanya berdiskusi dengan mahasiswa, namun juga menelepon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan suara pemerintah secara langsung di hadapan mahasiswa yang hadir dan menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi.
Pimpinan DPR di Lapangan
Setelah audiensi, pimpinan DPR tidak hanya bertahan di ruang rapat. Mereka turun ke jalan untuk menemui massa yang masih bertahan di luar gerbang, dan naik ke atas mobil komando untuk memberikan penjelasan langsung mengenai hasil pertemuan yang telah dilaksanakan. Menurut Bawono, tindakan ini menunjukkan bahwa apa yang terjadi pada Jumat malam bukan sekadar basa-basi dari pimpinan DPR.
“Ini adalah bentuk pengejawantahan fungsi DPR sebagai lembaga perwakilan yang dituntut untuk bersikap aspiratif terhadap berbagai tuntutan kelompok di masyarakat,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak boleh dibiarkan terabaikan dalam birokrasi, melainkan harus langsung diteruskan kepada pihak berwenang, baik itu menteri maupun kepala lembaga terkait.
Pentingnya Terus Mengawal Aspirasi Rakyat
Pentingnya audiensi ini terletak pada kesadaran DPR untuk tidak mengabaikan suara rakyat. Bawono menekankan bahwa DPR harus memiliki komitmen untuk mendengarkan setiap aspirasi dan menyampaikannya dengan serius kepada pemerintah. Kasus-kasus seperti kelangkaan BBM dan harga bahan pokok yang meningkat harus menjadi perhatian utama, agar langkah-langkah yang diambil dapat benar-benar menjawab masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Dengan demikian, audiensi ini menjadi contoh konkret bagaimana DPR berupaya melakukan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Harapannya, komunikasi antara lembaga legislatif dan elemen masyarakat dapat terjalin dengan baik demi menghadapi berbagai tantangan yang ada.





