LPS Perkirakan Kinerja Keuangan Lampaui Target Tahun Ini Berkat Kebijakan Ekonomi yang Efektif

Jakarta, Maret.id — Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan dan kinerja keuangan lembaga ini hingga pertengahan tahun berada di atas proyeksi awal.
“Secara umum kami sampaikan bahwa perkiraan realisasi satu semester itu di atas target,” kata Anggito di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa sumber pendapatan LPS berasal dari premi penjaminan, premi program restrukturisasi perbankan, serta investasi Surat Berharga Negara.
“Untuk penerimanya, dan profitnya juga kurang lebih di atas target. Ini kita menghitung kira-kira akhir tahun harusnya 103 persen dari target yang kami sampaikan ke Kementerian Keuangan,” imbuh Anggito. Ia menambahkan bahwa alokasi belanja operasional tahunan LPS mencapai sekitar Rp2 triliun, dengan realisasi semester pertama tercatat sekitar Rp830 miliar.
Selain itu, terdapat anggaran kebijakan sebagai cadangan penanganan bank bermasalah dan pembayaran klaim penjaminan simpanan. “Anggaran kebijakan itu semacam buffer kalau ada resolusi. Dan memang untuk PPR kami mengalokasikan itu untuk surveillance sampai proses resolusi,” tegas Anggito.
Anggito memperkirakan kebutuhan klaim penjaminan akan mencapai sekitar Rp1,18 triliun hingga akhir tahun, tergantung pada jumlah kasus yang ditangani. Ia juga menjelaskan bahwa belanja modal LPS digunakan untuk penguatan kantor dan sistem teknologi informasi, termasuk sistem monitoring dan surveillance perbankan.
Ke depannya, LPS memperkirakan surplus tahun berjalan akan lebih tinggi dari target. Jika kondisi terus terjaga, lembaga ini menargetkan dapat mulai berkontribusi ke PNBP pada tahun 2028. “Kalau keadaannya seperti ini terus, kita bisa memberikan kontribusi kepada PNBP mulai tahun 2028,” pungkas Anggito.





