PDIP: Strategi Qodari yang Dinilai Keliru

Jakarta, Maret.id — Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli mengkritik keras rencana Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang, menurutnya, melalui Qodari mengumumkan perekrutan media-media “homeless” sebagai mitra kerja. Guntur menilai langkah tersebut sebagai kesalahan strategi yang berpotensi menggerus independensi new media dan mengubah persepsi publik terhadap media tersebut, dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Kritik terhadap Rencana Rekrutmen
Guntur menyebut tindakan pengumuman perekrutan itu sebagai “blunder, amatir, dan dungu”. Ia beralasan bahwa kekuatan utama new media terletak pada narasi organik dan independen yang dipercaya netizen sebagai suara publik yang jujur, bukan sebagai konten pesanan. “Begitu Qodari membuka ke publik bahwa mereka direkrut, seketika dia mengubah status mereka dari pengamat kritis menjadi buzzer plat merah,” ujarnya.
Menurut Guntur, jika media-media yang disebut benar setuju direkrut, langkah Bakom RI justru memperlihatkan calon-calon juru bicara bayangan atau biro publik relations yang tidak transparan. Ia menyatakan bahwa upaya perekrutan tersebut justru membuka aib dan merusak kredibilitas calon mitra di mata publik.
Respon New Media dan Dampak Publik
Guntur juga mengungkapkan bahwa sejumlah new media yang diklaim akan bekerja sama dengan Bakom RI membantah adanya niat untuk bergabung. Hal ini, kata dia, memperlihatkan bahwa upaya perekrutan tersebut bermasalah dan menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku media.
Kritik ini menambah perdebatan mengenai hubungan antara pemerintah dan platform media baru, khususnya soal batasan kerja sama tanpa mengorbankan independensi jurnalistik dan kepercayaan publik. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Bakom RI atau Qodari yang menjelaskan detail mekanisme perekrutan dan tanggapan atas kritik tersebut.





