Politik

MH Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Guru Ngaji di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam Upaya Memperkuat Persatuan dan…

Jakarta, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ballroom Debaghraf Hotel Sumenep pada Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru ngaji dan tokoh pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep dan diawali dengan istighasah yang dipimpin oleh KH Jumaatun untuk keselamatan bangsa.

Moh. Fauzi, tenaga ahli MH Said Abdullah, menyatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. “Penting untuk selalu menguatkan nilai-nilai kebangsaan kita di dalam rangka menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat,” ujar Fauzi.

Ia menambahkan bahwa di era digital, sosialisasi ini bisa berfungsi sebagai filter terhadap informasi dan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan satu kesatuan yang dapat menjadi filter untuk menyaring berbagai informasi, menyaring paham-paham yang akan mengoyak keutuhan kita sebagai bangsa,” jelasnya.

Amir Syarifuddin, salah seorang narasumber, menekankan perlunya pemahaman agama yang utuh dan tidak parsial untuk mencegah munculnya sikap ekstrem dan intoleran. “Kadang ada yang hanya melihat teks, tetapi mengabaikan konteks. Padahal satu ayat bisa memiliki banyak tafsir dan penjelasan. Pemahaman yang sempit berpotensi melahirkan sikap yang justru bertentangan dengan nilai agama itu sendiri,” tuturnya.

Amir juga menggarisbawahi bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Ia menyebutkan persoalan ideologi, fanatisme sempit, lemahnya penegakan hukum, dan dampak globalisasi sebagai faktor yang memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengingatkan pentingnya masyarakat memahami persoalan secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya menampilkan sebagian fakta. “Yang tampak di luar belum tentu sama dengan yang terjadi di dalam. Karena itu penting bagi masyarakat untuk memahami persoalan secara lebih mendalam,” imbuh Amir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button