Jaga Integritas Mahasiswa dari Pengaruh Uang dan Politik

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming baru-baru ini mengadakan dialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pertemuan ini berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Dugaan mengenai pemberian uang sejumlah Rp20 juta kepada mahasiswa oleh oknum polisi untuk mengalihkan lokasi demonstrasi menjadi sorotan. Hal ini diungkap oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.
Menurut laporan, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin mengklaim bahwa uang tersebut diberikan untuk mempengaruhi arah aksi demonstrasi mahasiswa.
Menanggapi isu ini, Lalu Hadrian Irfani meminta semua pihak tidak mengeksploitasi mahasiswa untuk kepentingan politik atau tujuan tertentu dengan iming-iming uang.
“Jangan membeli idealisme dan integritas mahasiswa dengan uang,” tegas Lalu Hadrian Irfani.
Ia menambahkan bahwa fase mahasiswa seharusnya dijadikan sebagai waktu untuk mengasah intelektualitas serta memupuk idealisme demi masa depan bangsa.
Irfani juga menyatakan bahwa pemberian uang kepada mahasiswa untuk mendorong aksi demonstrasi dapat merusak independensi dan integritas kelompok intelektual tersebut.
“Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen,” ujar Lalu Hadrian Irfani. Ia memperingatkan bahwa jika aksi mahasiswa dipengaruhi oleh motivasi finansial, nilai-nilai perjuangan dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat bisa tergerus.
Ketua DPW PKB NTB ini juga berharap mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh tawaran materiil dalam setiap kegiatan demonstrasi. Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan publik.
“Saya berharap mahasiswa menjaga marwah gerakan mahasiswa, dan setiap demonstrasi dilakukan secara murni untuk menyampaikan kritik dan aspirasi kepada pemerintah,” imbuh Lalu Hadrian Irfani.





