Mitra MBG Minta Terlibat Rapat Kebijakan BGN ke Zulhas

Jakarta, Maret.id — Pertemuan di Kantor Kemenko Pangan melibatkan berbagai asosiasi seperti Gapembi, HMD Gemas, APGI3T, dan PBNU. Diskusi tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menekankan pentingnya melibatkan asosiasi mitra dalam forum ini. “Keterlibatan asosiasi akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BGN dan para mitra di lapangan,” tegas Alven.
Ia juga menjelaskan bahwa kontribusi mitra sangat signifikan bagi negara. “Dengan keterlibatan mitra, negara dapat menghemat anggaran sangat besar, potensi penghematan mencapai sekitar Rp111,28 triliun,” imbuh Alven, Jumat, 26 Juni 2026.
Perwakilan PBNU, M. Nurkhoiron, menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengembangkan 1.000 titik dapur MBG melalui kerja sama dengan BGN. Namun, saat ini, baru sekitar 214 dapur pesantren yang telah beroperasi.
“Kendala di lapangan masih dihadapi, termasuk di pesantren besar seperti Darul Ulum Jombang dan Lirboyo Kediri,” kata Khoiron.
Tantangan koordinasi dan komunikasi dengan BGN menjadi perhatian utama. “Kami berharap dapat merealisasikan 1.000 SPPG di lingkungan pesantren PBNU sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi aspirasi yang disampaikan para mitra. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak yang berinvestasi dalam program strategis nasional tidak akan dirugikan.
“Mitra sudah banyak yang berkorban. Semua laporan pasti akan dicek dan ditinjau. Kami sedang membangun komunikasi dengan Kepala BGN yang baru,” kata Zulkifli Hasan.





