Menteri Jumhur Dukung Inisiatif Kredit Keanekaragaman Hayati

Jakarta, Maret.id — Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Moh Jumhur, didampingi oleh Deputi PPKL Rasio Ridho Sani dan Staf Ahli Noer Adi Wardojo. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan peluang dan strategi pengembangan kredit keanekaragaman hayati.
Jumhur menyatakan bahwa Indonesia sedang berupaya untuk menjadi tuan rumah COP 18 CBD pada tahun 2028, dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan nasional serta mitra internasional. “Kami membutuhkan kolaborasi yang kuat untuk mewujudkan rencana ini,” ujarnya.
Dame Amelia, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan potensi besar Indonesia memanfaatkan pendanaan melalui skema Biodiversity Credit. Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dan memiliki banyak keunggulan untuk pengembangan ini.
Dame Amelia mengapresiasi langkah cepat dan strategis Kementerian Lingkungan Hidup dalam membentuk Taskforce Pengembangan Biodiversity Credits. “Ini adalah langkah penting untuk percepatan penerapan kredit keanekaragaman hayati di Indonesia,” imbuhnya.
Taskforce ini direncanakan akan melakukan kajian komprehensif mengenai kebijakan, skema, dan potensi pilot percontohan kredit keanekaragaman hayati di Indonesia. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama, menjadikan IAPB sebagai mitra pengetahuan bagi Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas tentang pentingnya dialog dan kolaborasi di forum internasional, termasuk COP 17 Konvensi Keanekaragaman Hayati yang akan berlangsung di Yerevan, Armenia pada Oktober 2026. “Inisiatif Indonesia menjadi pelopor pengembangan kredit keanekaragaman hayati di kawasan Asia dan global,” tutup Dame Amelia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati.





