Pengawasan Daycare Perlu Diperketat Setelah Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta, Kata Novita Hardini

TRENGGALEK, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Novita Hardini, menyerukan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap fasilitas daycare di Indonesia. Hal ini menyusul berkembangnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta, yang telah mencuri perhatian publik secara luas. Kasus ini membawa ke permukaan isu yang lebih besar mengenai perlindungan anak di Indonesia dan bagaimana lingkungan mereka seharusnya dijadikan tempat yang aman dan mendukung perkembangan mereka.
Kasus di Yogyakarta bukanlah kejadian yang terisolasi; ini merupakan refleksi dari tantangan yang lebih besar dalam sistem perlindungan anak di negara ini. Menurut Novita, kekerasan, baik yang bersifat verbal maupun nonverbal, tidak dapat ditoleransi di dalam lingkungan yang seharusnya menjadi aman bagi anak-anak. “Kita harus menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang terjadi, karena anak-anak adalah generasi penerus kita,” kata Novita saat memberikan pernyataan pada Selasa (12/5/2026).
Pentingnya Pengawasan dan Pembinaan
Novita, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, menekankan bahwa daycare seharusnya bukan sekadar tempat penitipan, tetapi juga arena yang menjunjung tinggi hak anak serta menciptakan kenyamanan bagi pertumbuhan mereka. Dalam pandangannya, pengawasan dan pembinaan dari pemerintah daerah, khususnya lewat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, harus diperkuat. Ia menyarankan agar bukan hanya pengelola daycare yang diberikan perhatian, tetapi juga tenaga pengasuh dan orang tua.
“Pengawasan tidak hanya untuk pengelola, tetapi juga harus mencakup orang tua dan wali murid. Hal ini penting untuk menciptakan kesadaran bersama tentang tanggung jawab kita terhadap perlindungan anak,” ujarnya.
Bukan hanya pengawasan, penguatan regulasi izin operasional daycare juga diusulkan sebagai langkah preventif. Novita berpendapat bahwa proses perizinan diperlukan untuk menjamin kualitas layanan dan keamanan anak. “Perizinan harus lebih ketat dan disertai dengan pengawasan berkala,” tambahnya.
Literasi dan Pendidikan Sebagai Langkah Pencegahan
Dalam konteks yang lebih luas, Novita mendorong peningkatan literasi tentang bahaya kekerasan terhadap anak dengan kolaborasi lintas sektor. Hal ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap isu perlindungan anak, terutama setelah kasus di Yogyakarta menjadi sorotan publik. “Kita perlu membangun kesadaran bersama, agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban,” tegas Novita.
Ia menyoroti bahwa potensi kekerasan terhadap anak bisa terjadi di berbagai lingkungan, tidak hanya di daycare, tetapi juga di sekolah dan rumah tangga. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan keberanian anak sejak dini menjadi prioritas. Aktivitas olahraga diakui oleh Novita sebagai salah satu cara untuk membangun rasa percaya diri anak dan memberi mereka keberanian untuk melindungi diri. “Jika anak-anak tidak terbiasa berolahraga sejak kecil, mereka akan kesulitan untuk bersuara dan melindungi diri mereka,” ucapnya.
Dukungan Kebijakan di Tingkat Nasional
Di tingkat nasional, Fraksi PDI Perjuangan bersama dengan DPR RI dikabarkan terus mendorong implementasi regulasi perlindungan bagi anak dan perempuan, agar dapat berjalan dengan optimal di seluruh daerah. Upaya-upaya ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.
Dengan perhatian yang semakin meningkat terhadap isu perlindungan anak, harapan Novita adalah standar pengawasan daycare dan edukasi tentang perlindungan dapat membantu mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak di Indonesia. “Kita semua memiliki tanggung jawab dalam melindungi anak-anak kita. Mari kita berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mereka,” tutup Novita dalam pernyataannya.
Kasus di Yogyakarta memicu refleksi mendalam mengenai bagaimana sistem perlindungan anak di Indonesia dapat lebih diperkuat. Diperlukan inisiatif bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya untuk menciptakan masa depan yang lebih aman dan berkeadilan bagi anak-anak.





