Politik

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Sebut Materi Senam dan Jalan

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan bahwa peserta Sekolah Pemberdayaan Pemuda Indonesia (SPPI) baru menjalani latihan fisik dasar. Kegiatan tersebut mencakup senam, jalan kaki, dan peraturan baris-berbaris (PBB) serta Peraturan Penghormatan Militer (PPM).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menyatakan bahwa latihan yang dijalani peserta saat ini belum melibatkan kegiatan fisik yang berat. “Proses latihan ini tahap pertama adalah penanaman disiplin atau nation building melalui bela negara,” kata Ketut dalam konferensi pers di Jakarta pada 27 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan fisik yang dilakukan saat ini tidak termasuk dalam kategori latihan berat. Materi latihan diberikan secara bertahap, dimulai dengan pembentukan karakter sebelum peserta mengikuti materi manajerial terkait pengelolaan koperasi desa dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Ketut menekankan bahwa program tersebut tidak bertujuan untuk mencetak prajurit atau kader militer. “Latihan bela negara hanya ditujukan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, hingga kemampuan bekerja di bawah tekanan bagi calon pengelola koperasi,” tegasnya.

Kemhan juga mengonfirmasi bahwa lima peserta SPPI telah meninggal dunia selama mengikuti pelatihan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa masing-masing korban memiliki kondisi medis yang berbeda, termasuk henti jantung dan gangguan pernapasan. Salah satu peserta dilaporkan meninggal karena heat stroke.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button