Politik

Rocky Gerung Angkat Fatimah BEM UI sebagai Contoh Intelektual Gen Z

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Rocky Gerung menilai Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fatimah Azzahra, sebagai simbol keberanian intelektual Generasi Z.

Ia berpendapat bahwa kemampuan mempertanyakan isu-isu publik adalah modal penting untuk menciptakan perubahan. Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat bedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” dalam rangka Bulan Bung Karno di Surabaya, pada Sabtu (27/6/2026).

Buku ini ditulis bersama Dr. Airlangga Pribadi, seorang akademisi dari Universitas Airlangga. Diskusi buku ini juga dihadiri oleh pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya.

“Fatimah sudah berdiskusi dengan saya sejak beberapa tahun lalu. Saya melihat bagaimana daya kritisnya tumbuh karena dia selalu bertanya dan mempersoalkan sesuatu,” ujar Rocky.

Rocky menekankan bahwa tradisi bertanya tidak boleh dilihat sebagai bentuk pembangkangan, melainkan sebagai jalur untuk ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. “Daya kritis lahir karena dia bertanya, dia mempersoalkan. Pertanyaan akan menguras energi kita untuk tahu sampai detail,” sambungnya.

Ia mengatakan, kegelisahan yang sering disuarakan oleh Gen Z adalah respons terhadap berbagai tantangan seperti lapangan kerja, ketimpangan ekonomi, dan biaya pendidikan. “Persoalannya bukan pada kemarahan generasi muda, melainkan pada bagaimana kegelisahan itu diolah menjadi gagasan,” tegas Rocky.

Di forum tersebut, ia juga menegaskan bahwa marhaenisme tetap relevan meskipun di tengah kemajuan kecerdasan buatan dan media sosial. Menurutnya, Bung Karno meninggalkan tradisi berpikir yang selalu berlandaskan pada realitas kehidupan rakyat. “Marhaenisme adalah cara berpikir untuk membela rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Airlangga Pribadi Kusman menyatakan bahwa marhaenisme bisa menjadi perangkat berpikir bagi Gen Z dalam menghadapi perubahan zaman, tanpa melupakan keberpihakan kepada rakyat.

Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, kader partai, dan masyarakat umum, dan berlangsung dalam suasana yang dinamis. Di tengah arus informasi yang cepat, Rocky mengajak generasi muda untuk terus berpikir kritis dan tidak berhenti mengajukan pertanyaan atas berbagai isu publik.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, menggarisbawahi pentingnya generasi muda memiliki pemikiran yang kuat agar tidak kehilangan arah di tengah perkembangan teknologi. “Jangan sampai Gen Z hanya sibuk menjadi pengguna media sosial, tetapi kehilangan arah berpikir tentang masa depan bangsa,” tegasnya.

Pemikiran Bung Karno, imbuhnya, perlu dipromosikan dengan cara yang dapat diterima oleh generasi muda saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button