Latsarmil Perlu Dievaluasi Usai Lima Manajer Kopdes Meninggal

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, mendesak Kementerian Pertahanan untuk menghentikan sementara program pelatihan Latsarmil. Desakan tersebut menyusul data terbaru yang menyebutkan lima peserta program meninggal dunia.
Korban terbaru adalah Nola Dya Sari, yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan. Sebelumnya, empat peserta lainnya juga mengalami nasib yang sama, di antaranya Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
“Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal,” tegas Oleh Soleh. Ia menginginkan evaluasi menyeluruh terhadap program dan meminta Kementerian Pertahanan untuk mengambil langkah ini dengan cepat.
Politisi asal Dapil Jawa Barat XI ini juga menyoroti pentingnya menghormati para peserta yang merupakan “putra-putri terbaik bangsa”. Mereka berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui program tersebut.
“Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih dengan mendaftarkan diri sebagai calon manajer,” ujar Oleh Soleh. Setiap insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa, menurutnya, harus menjadi perhatian serius.
Oleh Soleh menekankan perlunya perbaikan total dalam sistem pembinaan dan pelatihan yang diberikan. Ia berpandangan bahwa pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan masyarakat sipil.
“Harus ada evaluasi dan perbaikan total terhadap pola pembinaan serta pelatihan yang diberikan. Mereka adalah masyarakat sipil, sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat,” tuturnya.
Ia juga menekankan tanggung jawab Kementerian Pertahanan untuk memastikan keselamatan peserta sebagai prioritas. Tujuan utama program ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi dan menggerakkan ekonomi desa.
“Kementerian Pertahanan harus melakukan evaluasi menyeluruh, mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang,” pungkas Oleh Soleh.





