Politik

Kemensos Salurkan Kaki Palsu bagi Korban Serangan Buaya

Jakarta, Maret.id — Rendi menerima bantuan kaki palsu dari Kementerian Sosial (Kemensos) dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi di Kabupaten Gowa pada Minggu, 21 Juni 2026.

Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 2015, Rendi mengalami musibah saat bekerja di Malaysia akibat serangan buaya yang mengakibatkan salah satu kakinya harus diamputasi. Sejak saat itu, ia menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta mencari nafkah untuk keluarganya.

Kini, harapan baru muncul dengan bantuan kaki palsu yang diterimanya. Bantuan tersebut membuka peluang bagi Rendi untuk bergerak lebih leluasa dan menjalani hidup secara mandiri. “Bersyukur sekali menerima bantuan kaki palsu. Harapannya mudah-mudahan saya bisa jalan terus sampai di kebun dan anak saya bisa berkembang masa depannya,” kata Rendi.

Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menyatakan bahwa kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi menunjukkan komitmen Kementerian Sosial dalam memberikan layanan yang dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengakses 14 jenis layanan sosial, antara lain operasi katarak, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan paket nutrisi, dan layanan penguatan bagi eks penderita kusta.

Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp 907 juta untuk masyarakat Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut meliputi operasi katarak, bantuan kewirausahaan, perlengkapan kebersihan diri, khitanan massal, kebutuhan hidup layak, perlengkapan sekolah, alat bantu aksesibilitas, dan sarana kamar.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO) Anna Puspitasari mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa beserta berbagai pihak yang berkolaborasi dalam suksesnya kegiatan tersebut.

Seluruh bantuan dan layanan berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni data yang akurat, sasaran yang tepat, serta penguatan program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan sebagai alat bantu disabilitas, kebutuhan hidup layak, dan bantuan kewirausahaan dapat digunakan sebaik-baiknya serta mampu membuat penerima manfaat hidup mandiri,” imbuh Anna.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button