Prabowo Peringatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Siaga

Jakarta, Maret.id — Dalam pidatonya di Saresehan Kebangsaan KSTI 2026, Prabowo Subianto menyoroti perlombaan global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi perhatian berbagai negara.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa beberapa tokoh yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini telah memperingatkan tentang dampak yang mungkin ditimbulkan bagi kehidupan manusia. “Sekarang AI, Artificial Intelligence. Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung munculnya jutaan agen AI, sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk bekerja bagi individu, kelompok, dan organisasi. Teknologi ini telah berinteraksi secara mandiri dalam ruang percakapan yang menggunakan bahasa kode tidak mudah dipahami manusia.
“5 juta, mungkin 5 juta itu tiga minggu lalu. Dan mereka katanya sudah punya apa itu namanya, chat room sendiri. 5 juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri,” jelasnya.
Ia menegaskan, manusia telah menciptakan hal yang lebih hebat, di mana kini juara catur pun kalah kepada mesin. “Mesin sekarang bisa buat karya-karya luar biasa,” imbuh Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan perlunya peran strategis kalangan akademisi untuk mengkaji secara mendalam perkembangan AI. Ini termasuk aspek teknologi dan implikasinya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Jadi saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tuturnya.





