Prabowo Pertimbangkan Dana Riset dari Laba BUMN

Jakarta, Maret.id — Kepala Negara menilai usulan alokasi laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk riset dan inovasi menarik, meskipun perlu mempertimbangkan kondisi keuangan BUMN yang saat ini dalam proses pembenahan.
“Tadi juga usul sektor industri… biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak?” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta.
Prabowo kemudian menyinggung langkah restrukturisasi besar-besaran yang tengah dijalankan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah. Kebijakan ini diarahkan untuk memangkas inefisiensi dan menyederhanakan struktur organisasi.
“Dari 1000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah, ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250,” tuturnya.
Menurut Prabowo, keberadaan perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan hanya akan membebani keuangan negara. “Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 Dirut, 750 Direksi kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara,” tegasnya.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan konsolidasi BUMN sebagai bagian dari reformasi tata kelola. “Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai, ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” imbuh Prabowo.





