Setop Sementara Program Latsarmil Usai Lima Peserta Meninggal

Jakarta, Maret.id — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Dailami Firdaus, menilai insiden terbaru menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Ia mendorong pemerintah untuk meninjau kembali desain pelatihan dalam program SPPI, mengingat sasaran utama program ini adalah menyiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Saya meminta program tersebut dihentikan sementara dan dievaluasi terlebih dahulu agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Dailami. Ia berpendapat bahwa materi pembekalan seharusnya lebih diarahkan pada penguatan kompetensi yang berkaitan langsung dengan tugas peserta sebagai calon manajer koperasi.
Dailami menegaskan bahwa kemampuan manajemen organisasi, tata kelola keuangan, pemasaran, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan jauh lebih relevan dibandingkan latihan dasar kemiliteran. Ia tidak menampik bahwa pelatihan bergaya militer dapat memiliki tujuan positif, seperti membangun disiplin, loyalitas, dan semangat juang.
Namun, ia berpendapat bahwa pendekatan tersebut kurang tepat diterapkan dalam konteks program yang berorientasi pada pengelolaan koperasi dan pemberdayaan masyarakat. “Untuk konteks pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, saya rasa pendekatan tersebut kurang sesuai,” tuturnya.
Dailami menekankan bahwa keberhasilan koperasi dan kampung nelayan lebih ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi, kepemimpinan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa pola pelatihan seharusnya lebih berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola lembaga ekonomi tersebut.
“Keterampilan teknis dan manajerial akan menjadi modal penting bagi peserta untuk mengembangkan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan,” tegas Dailami. Ia menambahkan, dengan menekankan keterampilan yang lebih relevan, seperti manajemen keuangan, pemasaran, serta teknik pengambilan keputusan yang baik, akan tercipta koperasi dan kampung nelayan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan.





