Politik

Kehadiran IMF 1998: Lebih dari Sekadar Menyelamatkan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Indonesia perlu meninjau kembali kajian sejarah ekonomi dan moneter internasional. Hal ini penting agar negara tidak terus bergantung pada sistem keuangan global yang dinilai merugikan negara berkembang.

Amir Hamzah menyatakan bahwa kehadiran IMF di Indonesia saat krisis bukan hanya untuk menyelamatkan ekonomi, tetapi juga bagian dari proses politik yang berujung pada reformasi dan perubahan konstitusi melalui amendemen UUD 1945.

“Salah satu penyebab jatuhnya Presiden Soeharto dan lahirnya reformasi tidak bisa dilepaskan dari campur tangan IMF,” tuturnya. Menurutnya, bangsa ini harus berani belajar sejarah perbankan dan moneter internasional secara utuh.

Amir menekankan bahwa sejarah sistem keuangan dunia jauh lebih panjang daripada keberadaan lembaga-lembaga keuangan modern. Ia mengungkapkan bahwa pada abad ke-17 hingga abad ke-18, dunia belum mengenal sistem bank sentral seperti saat ini.

“Pengelolaan keuangan kerajaan-kerajaan Eropa banyak dilakukan oleh kelompok yang dikenal dengan istilah Hofjuden atau ‘Yahudi Istana’,” imbuh Amir. Ia juga mengaitkan perkembangan sistem keuangan tersebut dengan sejumlah keluarga bankir Eropa yang memiliki pengaruh besar terhadap sistem moneter internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button