Politik

Pawai Muharram Sumenep: DPD PDIP Jatim Tingkatkan Karakter Pemuda

Jakarta, Maret.id — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melepas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem pada hari Senin, 29 Juni 2026.

Ratusan peserta, yang sebagian besar terdiri dari pelajar, berpartisipasi dengan mengenakan berbagai atribut bernuansa Islami dalam pawai kolosal tersebut.

“Insya Allah, Pawai Muharram ini akan kita laksanakan setiap tahun selama saya menjadi bupati,” tegas Bupati Fauzi saat melepas pawai.

Ia menekankan bahwa Pawai Muharram bukan sekadar seremoni tanpa makna, tetapi merupakan jembatan sejarah untuk merawat tradisi lokal yang telah mengakar di masyarakat Sumenep selama puluhan tahun.

“Pelaksanaan Pawai Muharram ini merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan budaya yang telah berlangsung bertahun-tahun di Kabupaten Sumenep,” sambungnya.

Fauzi menambahkan bahwa momentum Tahun Baru Islam harus menjadi ajang pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

“Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang berakhlakul karimah dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” kata Fauzi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiludin, M.A.P., menyatakan bahwa Pawai Muharram tahun ini diikuti sekitar 750 siswa dari 30 lembaga pendidikan.

“Para peserta tampil dengan berbagai atribut Islami yang menghadirkan suasana religius sekaligus semangat menyambut Tahun Baru Hijriah,” ujarnya.

Kamiludin juga menegaskan bahwa pawai ini telah dirancang secara legal dan terstruktur sesuai dengan instruksi kepala daerah.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan disposisi Bupati Sumenep tertanggal 20 Juni 2026 tentang pelaksanaan rangkaian kegiatan Bulan Muharram 1448 Hijriah,” jelasnya.

Ia berharap esensi dari pawai ini dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif masyarakat untuk meningkatkan kualitas sosial dan spiritual, bukan hanya sebagai tontonan.

“Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan hijrah menuju perubahan yang lebih baik melalui penguatan keimanan, muhasabah, pembentukan karakter religius, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah dan masyarakat,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button