Safari Politik Jokowi Tunjukkan Kelemahan Gibran dan Kaesang

Jakarta, Maret.id — Safari politik yang dilakukan oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lampung baru-baru ini menarik perhatian sejumlah pengamat politik.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai bahwa hasrat Jokowi dalam acara tersebut sangat jelas terlihat. Hal ini terutama terlihat dari simbol gelar baru yang diterimanya dari Keraton Keagungan Lampung, yaitu Baginda Pemuka Bangsa.
“Jika dikaitkan secara politik, agenda Jokowi ke Lampung adalah dalam rangka pencitraan diri menuju Dewan Pembina PSI dan sekaligus mengupayakan mendongkrak elektabilitas PSI,” ujar Efriza.
Efriza juga mengamati bahwa Jokowi, sebagai seorang ayah yang mendukung anak-anaknya terjun ke dunia politik, tentu menyadari potensi Gibran dan Kaesang dalam pemilihan mendatang.
“Ini semua terjadi karena Kaesang dan Gibran lemah dalam kepemimpinan sehingga Jokowi harus terus ditonjolkan upaya pembangunan citranya,” tuturnya.
Oleh karena itu, Efriza percaya bahwa safari politik Jokowi bertujuan untuk menunjukkan citra sebagai mantan Presiden yang tetap merakyat. Menurutnya, hal ini seharusnya tidak perlu dilakukan di masa pemerintahan Presiden Prabowo.
“Jadi proses safari politik Jokowi bukan sekadar bertemu elite dan kader PSI, tetapi ingin membangun citra diri sebagai presiden yang terbaik bagi negeri ini sekaligus punya legacy terbaik bagi negeri ini,” tegas Efriza.





