Politik

Panitia Minta Jokowi Hadir Tapi Kunjungan Batal

Jakarta, Maret.id — Panitia Festival Budaya Sekappung Limo Migo menolak kehadiran Presiden Joko Widodo dalam prosesi adat yang dianggap sakral. Mereka menegaskan bahwa acara budaya tersebut tidak boleh terpengaruh oleh agenda politik.

Ketua Pelaksana Festival Budaya Sekappung Limo Migo, Ibrahim Restusaka, menekankan bahwa sebelumnya panitia tidak melarang kehadiran Jokowi. Namun, kehadirannya diminta untuk berlangsung setelah semua rangkaian prosesi adat selesai, yakni di atas pukul 11.00 WIB. “Kami tidak mau acara sakral adat budaya Sekappung Limo disusupi agenda politik. Boleh hadir asalkan acara sakral sudah selesai,” tutur Ibrahim.

Ibrahim menambahkan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga kemurnian nilai-nilai adat dan budaya masyarakat. Di tengah polemik tersebut, Jokowi memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke Pugung Raharjo. Padahal, sesuai dengan agenda, ia dijadwalkan mengikuti kirab budaya dan berinteraksi dengan warga di Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Pembatalan ini mengecewakan ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi. Sejumlah warga bahkan menolak menerima paket sembako yang direncanakan untuk dibagikan dalam kunjungan tersebut. Spanduk yang bergambar Jokowi yang terpasang di kawasan Taman Purbakala juga dicopot, dan panitia yang telah menyiapkan festival selama hampir satu bulan meluapkan kekecewaan dengan membuang tanda pengenal kepanitiaan mereka ke tanah.

Tokoh Adat Pugung Raharjo, Ahmad Kausar, menjelaskan bahwa seluruh persiapan kunjungan telah dilakukan sesuai arahan tim Jokowi dari Jakarta. “Kami telah mempersiapkan acara ini satu demi satu tahapan sesuai standar dan SOP yang diberikan oleh tim Bapak Jokowi dari pusat,” katanya.

Namun, Ahmad menjelaskan, terjadi ketegangan ketika perwakilan rombongan menyampaikan pembatalan kunjungan tanpa penjelasan yang memadai kepada masyarakat. Situasi menjadi kondusif lagi setelah tokoh adat memberikan penjelasan kepada warga yang kecewa. Ahmad menegaskan, masyarakat lebih menginginkan kehadiran langsung Jokowi daripada bantuan sembako. “Warga tidak mau sembako. Yang mereka inginkan Bapak Jokowi hadir di tengah-tengah kami,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari ketiga kunjungannya di Lampung, Jokowi hanya menghadiri kegiatan di Kabupaten Lampung Tengah. Ia dijadwalkan bertemu pelaku UMKM, membagikan paket sembako di Pasar Kota Gajah, serta bersilaturahmi dengan para kiai dan santri di sebuah pondok pesantren di Lempuyang, Bandar Jaya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Jokowi atau tim pendamping terkait alasan pembatalan kunjungan ke Pugung Raharjo maupun permintaan panitia agar kehadirannya dilakukan setelah prosesi adat selesai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button