Lonjakan Laba BUMN Tunjukkan Transformasi Danantara Efektif

Jakarta, Maret.id — Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang tahun buku 2025, dengan beberapa di antaranya berhasil beralih dari kondisi rugi menjadi untung.
Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia, mengapresiasi pencapaian tersebut. “Ini patut diapresiasi karena hasilnya mulai terlihat nyata,” tuturnya.
Rusdi menambahkan bahwa peningkatan kinerja BUMN menunjukkan pengelolaan aset negara yang lebih profesional dan efisien. Sebelumnya, hasil transformasi perusahaan di bawah koordinasi BPI Danantara semakin terukur dan transparan.
Data dari April 2025 hingga April 2026 menunjukkan laba yang signifikan dari beberapa BUMN. Pertamina membukukan laba sebesar Rp24,9 triliun, naik Rp11 triliun atau 80 persen.
MIND ID mencatat laba Rp14,1 triliun, meningkat Rp3,3 triliun atau 31 persen. Pupuk Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan laba sebesar Rp4,8 triliun, melonjak Rp3,2 triliun atau 202 persen.
Di sektor perbankan, Bank BRI mencetak laba Rp21,2 triliun, naik 15 persen, sementara Bank Mandiri mencapai Rp21,3 triliun, tumbuh 13 persen. Bank BTN mencatatkan lonjakan laba hingga 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Bank Syariah Indonesia (BSI) memperoleh laba Rp2,8 triliun, tumbuh 18 persen, sedangkan Bank BNI mencatat laba Rp7,2 triliun, meningkat 6 persen. Beberapa perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian kini berhasil berbalik mencetak laba.
Krakatau Steel, misalnya, dari rugi Rp981 miliar beralih menjadi laba Rp635 miliar berkat restrukturisasi. LEN juga mengubah kerugian Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.
Kimia Farma berhasil memperbaiki posisi keuangannya dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar. Semen Indonesia mengalami transformasi serupa, beralih dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.
Danareksa bertransformasi dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar, sementara Agrinas Pangan meraih laba Rp465 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp12 miliar.
Pegadaian mencatat laba Rp4,3 triliun, naik 87 persen, dan Pelindo melaporkan laba Rp1,5 triliun, meningkat 169 persen. Hutama Karya mencapai laba Rp628 miliar atau naik 40 persen.
“Tentunya, keberhasilan ini bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Danantara mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing BUMN,” tegas Rusdi.





