Perseteruan Jokowi dan PDIP Semakin Sulit Dicarikan Solusi

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Adi Prayitno menyatakan bahwa setiap tindakan politik yang melibatkan Presiden Joko Widodo dan mendapatkan respons dari PDI Perjuangan (PDIP) hampir selalu menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan.
“Kalau sudah bicara tentang Jokowi dan direspons oleh PDIP, diskusinya bisa ke mana-mana,” tuturnya.
Adi, yang menjabat sebagai Direktur Parameter Politik Indonesia, mengungkapkan bahwa hubungan politik antara Jokowi dan PDIP kini menjadi semakin kompleks dan gaduh, terutama menjelang Pemilu 2024.
Ia berpendapat, kondisi ini merupakan dampak dari pecahnya hubungan politik antara Jokowi dan partai yang pernah mengusungnya selama dua periode.
“Perseteruan Jokowi dan PDIP, apa pun judulnya, entah itu langsung ataupun tidak langsung, ini nyaris tak ada obatnya,” imbuhnya.
Adi mengibaratkan konflik antara keduanya seperti perselisihan dalam sebuah keluarga yang sangat sulit untuk didamaikan.
“Perang yang paling menyakitkan itu, dan bahkan tidak ada obatnya, adalah perang saudara. Itulah yang kemudian disimbolisasi PDIP dan Jokowi, mirip perang saudara yang tidak ada ujungnya,” tegasnya.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian politik yang mungkin akan terus berlanjut, seiring dengan semakin rumitnya dinamika di antara kedua entitas politik tersebut.





