Prabowo Murka! Devisa Ekspor Sawit dan Batu Bara Tak Disimpan di Tanah Air!

Jakarta, Maret.id — Dalam semangat untuk memperkuat perekonomian nasional, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia, khususnya dalam konteks hasil ekspor yang belum sepenuhnya memberi manfaat bagi negeri. Dalam pidatonya pada 13 Mei 2026 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Prabowo menyoroti perlunya langkah proaktif untuk mengubah aliran keuangan hasil eksploitasi sumber daya alam menjadi kontribusi yang lebih signifikan untuk perekonomian domestik.
Prabowo menjelaskan bahwa setiap hari, Indonesia mengekspor komoditas seperti kelapa sawit dan batu bara, namun keuntungan dari ekspor tersebut tidak kembali ke tanah air. Dia menegaskan, situasi serupa juga dialami oleh komoditas strategis lainnya seperti timah dan emas. “Hasil eksploitasi serta ekspornya belum sepenuhnya kembali menjadi kekuatan finansial nasional,” ujarnya. Dalam pandangannya, kondisi ini menandakan perlunya keberanian dan kebijakan yang lebih terencana dalam mengelola devisa dan hilirisasi sumber daya alam tersebut.
Pentingnya Pengelolaan Devisa Hasil Ekspor
Kepentingan penataan ulang sistem pengelolaan devisa menjadi semakin jelas mengingat undang-undang yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan memastikan bahwa hasil dari ekspor sumber daya alam tidak hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu, tetapi juga memberikan manfaat lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Berdasarkan kebijakan ini, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” lanjut Prabowo. Hal ini menjadi penting untuk mendukung berbagai sektor yang berpotensi berkembang di dalam negeri. Dengan memperkuat kebijakan tersebut, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Dalam konteks ekonomi, pengelolaan yang baik terhadap hasil sumber daya alam tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi pendorong pembangunan infrastruktur dan sosial. Ketika devisa hasil ekspor disimpan dan digunakan di dalam negeri, hal itu memungkinkan adanya investasi dalam sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Namun, tantangan besar tetap ada. Banyak pihak menyoroti masalah tata kelola yang sering kali menghambat efektivitas kebijakan ini. Meski pemerintah telah menetapkan aturan, implementasi di lapangan sering kali terhambat oleh birokrasi yang rumit dan korupsi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan yang ketat dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat sipil dalam menjalankan kebijakan tersebut.
Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan
Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kekayaan alam. Dia berjanji untuk terus melaporkan langkah-langkah yang diambil kepada rakyat, sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dalam pidatonya, dia menegaskan bahwa keberanian untuk bertindak dan optimisme terhadap masa depan adalah kunci agar Indonesia tidak terus kehilangan nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri.
Dengan melaksanakan kebijakan yang mendukung pengelolaan devisa dan memaksimalkan manfaat hasil ekspor, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih mandiri secara ekonomi dan berdaya saing tinggi di kancah global. Bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.





