Safari Politik Jokowi Tidak Mempengaruhi Pemilih Rasional

Jakarta, Maret.id — Pengamat Komunikasi Politik M. Jamiluddin Ritonga menilai pendekatan kepada tokoh adat merupakan strategi umum yang diterapkan oleh partai politik. Tokoh adat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap massa pendukung mereka.
Jamiluddin menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam prosesi pemberian gelar adat di Lampung dianggap sebagai upaya untuk membangun kedekatan dengan para opinion leader. Ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Tujuan utama Jokowi mendekati para opinion leader tentu saja untuk meningkatkan elektoral PSI. Peluang itu akan sangat besar terwujud jika pengikut dari tokoh adat tersebut masuk dalam massa mengambang dari kelompok pemilih emosional,” ujar Jamiluddin kepada wartawan pada Kamis, 2 Juli 2026.
Lebih lanjut, Jamiluddin menjelaskan bahwa pemilih emosional cenderung mengikuti arahan tokoh yang dihormati tanpa penilaian kritis. Sebaliknya, pemilih rasional lebih mempertimbangkan pilihan berdasarkan analisis pribadi, sehingga tidak mudah dipengaruhi, termasuk oleh tokoh adat.
“Tokoh adat tidak akan memiliki pengaruh besar terhadap massa pendukungnya yang termasuk dalam kelompok pemilih rasional,” tegasnya. Dalam kondisi seperti ini, tokoh adat akan kesulitan mengarahkan massa pendukung untuk memilih partai politik tertentu.
Namun, Jamiluddin menambahkan bahwa pendekatan kepada tokoh adat tetap menjadi pilihan banyak partai politik. Hal ini disebabkan oleh jumlah pemilih emosional di Indonesia yang masih lebih besar dibandingkan pemilih rasional.
“Karena itu, pendekatan terhadap tokoh adat untuk mendongkrak elektoral partai memang masih menjadi pilihan banyak partai. Kiranya itu juga yang mendorong Jokowi mendekati tokoh adat dengan harapan dapat meningkatkan elektoral PSI,” pungkasnya.





