Politik

Bupati Ipuk Ajak Stakeholder Perkuat Kolaborasi Kesehatan di Jatim

Jakarta, Maret.id — Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, kolaborasi antar pemangku kesehatan daerah sangat diperlukan. Hal ini guna mendukung program prioritas kesehatan sekaligus menyelesaikan permasalahan kesehatan mendesak di Banyuwangi.

“Saya sudah bertemu dengan stakeholder daerah. Saya minta untuk saling memperkuat konsolidasi dan kolaborasi untuk memastikan semua sumber daya yang ada fokus pada problem kesehatan yang paling penting dan paling mendesak,” tegas Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.

Ipuk menekankan pentingnya kolaborasi mengingat kapasitas fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah, sangat terbatas. Masyarakat juga menginginkan pelayanan publik yang cepat dan berkualitas. “Maka kita semua harus saling kolaborasi, saling terhubung untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan,” ujar Ipuk.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh ratusan stakeholder kesehatan daerah, termasuk kepala puskesmas, direktur rumah sakit, pimpinan klinik, serta organisasi kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Ipuk menambahkan fokus program kesehatan Banyuwangi mencakup peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, serta perlindungan kelompok rentan. “Kami berharap semua pihak bisa mendukung pada program prioritas kesehatan daerah tersebut dalam program kegiatan masing-masing,” sambungnya.

Dalam arahannya, Ipuk meminta kepada pimpinan rumah sakit untuk memperkuat komitmen Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat. Ia mengharapkan sinergi antara rumah sakit dan puskesmas agar sistem rujukan terlaksana dengan baik. “Sehingga ada koneksi antara puskesmas dan rumah sakit supaya ketika pasien perlu dirujuk bisa cepat dan efisien,” imbuhnya.

Ipuk juga mengajak perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah. “Kami berharap kampus bisa memperkuat kolaborasi melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan pendampingan program kesehatan,” tuturnya.

Selain itu, Ipuk meminta kepala puskesmas untuk menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan dalam sistem kesehatan. Ia menekankan pentingnya pelayanan promotif dan preventif. “Kunjungan rumah harus diperkuat. Ibu hamil risiko tinggi, bayi, balita, lansia, penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes harus dipantau secara aktif,” jelasnya.

“Saya juga minta Camat aktif menggerakkan desa, kelurahan, Posyandu, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mendukung agenda kesehatan,” imbuh Ipuk.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Tondo, menegaskan bahwa dukungan semua stakeholder kesehatan sangat penting. “Kami berterima kasih atas semua kontribusi yang telah diberikan oleh pemangku kesehatan daerah,” tuturnya.

“Pemkab berharap tahun 2026 adalah tahun konsolidasi pelayanan kesehatan Banyuwangi. Tahun ketika kita bekerja lebih fokus, lebih efisien, lebih kolaboratif,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button