Cak Imin Tegaskan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Tahun Ajaran Baru

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan kesiapan Sekolah Rakyat Sukoharjo dalam menyongsong tahun ajaran baru. Hal ini disampaikan saat peninjauan bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Prof Abdul Haris, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Muhaimin menyatakan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo telah mencapai lebih dari 90 persen. “Alhamdulillah sudah 90% lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10%. Itu artinya pembukaan bulan 14 Juli, masa penerimaan sudah bisa dilakukan sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi bangunan dan fasilitas di Sekolah Rakyat Sukoharjo sudah sangat memadai. Lingkungan belajar yang nyaman diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera. “Ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari desil satu, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin,” imbuh Muhaimin.
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan kapasitas 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 90 siswa. Seluruh peserta didik akan mendapatkan pendidikan berasrama secara gratis yang mencakup tempat tinggal, makan, seragam, perlengkapan sekolah, hingga laptop.
Saat ini, kuota pendaftaran peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara pendaftaran untuk jenjang SD masih dibuka. Hingga awal Juli 2026, jumlah pendaftar jenjang SD telah mencapai 37 siswa dari target 90 siswa.
Pemerintah berkomitmen untuk melakukan sosialisasi dan evaluasi guna memenuhi kuota tersebut, dengan harapan semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat dianggap sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Di Kabupaten Sukoharjo, terdapat hampir 27 ribu keluarga yang tergolong dalam kelompok Desil 1. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mobilitas sosial masyarakat.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen sepanjang 2026. Kemenko PM bersama Kementerian Sosial dan pemangku kepentingan lainnya akan terus melakukan evaluasi untuk menyempurnakan penyelenggaraan program.
Muhaimin juga menekankan pentingnya menyiapkan masa depan anak-anak setelah lulus dari Sekolah Rakyat. Kemenko PM akan mendorong lulusan, khususnya dari jenjang SMA, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.
“Tujuan Sekolah Rakyat bukan hanya membuat anak-anak bisa sekolah, tetapi memastikan mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” tegas Muhaimin.





